hut

15 Varian Rendang dari Minang Disukai hingga Luar Negeri

Editor: Koko Triarko

PAYAKUMBUH – Rendang tidak hanya terkenal dengan rendang daging sapi yang empuk saat dimakan dengan sepiring nasi putih hangat. Di rumah industri Rendang Gadih di Kota Payakumbuh, Sumatra Barat, beragam varian rasa rendang dapat ditemui.

Kota Payakumbuh memang dikenal sebagai sentra rendang di Sumatra Barat. Namun, rasa rendang di Rendang Gadih itu tidak begitu terasa pedas bagi orang Minang. Hal ini karena produk Rendang Gadih dipasarkan ke skala nasional dan internasional.

Pemilik usaha Rendang Gadih, Hj. Aswida, menjelaskan, Rendang Gadih merupakan sebuah usaha kuliner yang awalnya hanya untuk mengirimkan makanan untuk anaknya yang bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Berawal dari sana, teman sekantor dari anaknya menyukai masakan dari Aswida.

“Awalnya kita kirim beberapa bungkus saja, dan ternyata laku. Tapi ada permintaan teman sekantor anak saya itu, rasa sambalnya itu jangan terlalu pedas. Nah, saya mencoba mengubah itu, dan sampailah saat ini rasa rendang yang menurut saya, cocok untuk rasa nusantara,” katanya, Sabtu (29/6/2019).

Berawal dari sebungkus demi sebungkus rendang yang dikirim melalui anaknya yang bekerja di Jakarta, rendang yang diberi nama kemasan Rendang Gadih pun terus melakukan kreasi dari rasa-rasa rendangnya.

Dari menggunakan bahan daging sapi, sekarang beberapa jenis rendang, seperti rendang ayam, jengkol, rendang paru sapi, tumbuk, suir jamur, nangka, singkong, suir sapi, paru sapi kering, pasta rendang, daun kelor, pakis, pare, daun belut, dan rendang iris.

Ia menjelaskan, meskipun terdapat berbagai kreasi, untuk bumbu yang digunakan sama dengan rendang daging. Hanya saja, perbedaanya terletak pada waktu memasaknya, ada yang harus dimasak hingga kering, dan ada yang harus dimasakan tidak terlalu kering atau masih basah.

“Ini karena tidak semua rendang itu bisa tahan dengan waktu yang cukup lama. Seperti rendang ayam, rendang ini tidak bisa tahan lama, dan disarankan makannya harus habis dalam sehari. Bisa dua hari, tapi harus dihangatkan kembali di dalam kuali. Kalua rendang daging, singkong, jengkol, bisa lebih lama,” ujarnya.

Redang gadih yang memiliki 15 varian, dipasarkan melalui media sosial dan di situs belanja online. Dengan adanya media promosi itu, Rendang Gadih telah memiliki pelanggan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di berbagai negara Eropa dan Asia.

Soal harga, berbeda-beda. Rendang iris harga untuk satu kemasan Rp79.000, rendang daun belut Rp60.000, rendang pare Rp45.000, rendang pakis Rp45.000, rendang daun kelor Rp45.000, pasta rendang Rp40.000, rendang paru sapi kering Rp60.000, rendang siur sapi Rp50.000, rendang singkong Rp25.000, rendang nangka Rp25.000, rendang siur jamur Rp50.000, rendang tumbuk Rp84.000, rendang paru sapi Rp79.000, rendang jengkol Rp59.000, dan yang paling mahal ialah rendang ayam, Rp120 ribu per porsi pemenasanan.

Rendang Gadih mampu memproduksi randang hingga 50 kilogram per hari. Bahkan, bisa lebih. Rendang Gadih memiliki kekhasan tersendiri, gurih dan banyak pilihan. Randang ini dimasak di Kompleks Taman Firdaus Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

Dalam mengembangkan usahanya, Rendang Gadih tergabung dalam Koperasi Randang Payo. Banyak juga anggotanya yang tergabung dalam koperasi ini.

Khusus untuk Rendang Gadih, cukup sukses selama ini. Soal rasa dengan standar kualitas ditentukan langsung oleh Aswida, karena dalam memasak rendang ini, Rendang Gadih menggunakan bahan-bahan yang alami. Mulai dari rempah, kelapa dan daging sapi.

Rendang Gadih selalu menggunakan daging sapi terbaik, karena daging sangat menentukan kualitas randang.

Begitu juga dengan kelapa, kelapa yang mereka gunakan hasil dari daerah sekitar. Karena memiliki kualitas yang lebih baik, tingkat minyak lebih banyak.

Selain itu menggunakan perangkat teknologi untuk pengolahan, tidak tradisional lagi. Untuk memastikan agar nama Rendang Gadih tidak disalahgunakan, ia juga mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya di Kemenetrian Hukum dan HAM.

Rendang Gadih pun saat ini sudah menjadi merek dagang yang terdaftar. Aswida berharap, usahanya tidak maju sendiri, dirinya Rendang Gadih diikuti UKM lainnya di Payakumbuh. Untuk itu, Rendang Gadih juga ikut membimbing sejumlah UKM Randang di Payakumbuh.

Dari adanya peran Rendang Gadih ini, berbagai usaha baru terus tumbuh. Pertumbuhan itu juga seiring dengan keinginan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka, untuk merintis usaha. Pemerintah selaku fasilitator tetap melakukan pengawasan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com