hut

286 dari 436 Koperasi di Balikpapan Tidak Aktif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala UMKM, Koperasi dan Perindustrian Balikpapan Doortje Marpaung - Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Hingga akhir Mei 2019, tercatat koperasi yang tidak aktif sebanyak 286 unit dari 436 yang terdata pada Online Data Sistem (ODS). Adapun yang dinyatakan aktif hanya sebanyak 150 koperasi.

“Koperasi yang tidak aktif itu karena badan hukum yang mati, masuk daftar pembubaran dan melakukan pembubaran sendiri. Kalau berdasarkan ODS jumlah koperasi kita ada 436, itu termasuk yang tidak aktif,” jelas Kepala UMKM, Koperasi dan Perindustrian Balikpapan Doortje Marpaung, Selasa (11/6/2019).

Dari 150 yang aktif tersebut, sekitar 73 persen telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan kepada Kota Balikpapan bahwa koperasi yang melaksanakan RAT pada tahun ini mencapai 70 persen.

Terkait dengan koperasi yang melaksanakan RAT, pada tahun ini telah terealisasi 73,33 persen. Sehingga target dari pemprov telah terpenuhi. “Target yang ditetapkan provinsi itu untuk RAT 70 persen. Dan Balikpapan koperasi yang sudah RAT mencapai 73,33 persen sehingga sudah melebihi atau lebih dari target,” ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Balikpapan.

Menurut Doortje, pelaksanaan RAT sebaiknya dilaksanakan saat tutup tahun sehingga dalam pelaporan koperasi itu akan lebih rapi secara administrasi. “Bagusnya saat tutup tahun, tapi yang terpenting aktif dan berkualitas,” tandasnya.

Tujuan dari diselenggarakannya RAT bukan hanya pada prosentase target pencapaiannya namun bagaimana dapat memberdayakan anggotanya dalam usaha koperasi tersebut.

“Tujuan RAT itu kan juga ajang silahturahmi, mereka bisa menyampaikan evaluasi yang sudah dijalankan selama satu tahun, ada aspirasi yang dirubah atau tidak dari kesepakatan disitu kemudian dibahas bersama,” beber Doortje Marpaung.

Pihaknya juga terus mengingatkan koperasi untuk melakukan RAT karena rapat anggota tahunan bertujuan untuk mengesahkan pertanggungjawaban dalam kinerja setahun. Harapannya koperasi yang terdata aktif dapat terus beraktivitas dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Itu tugas kami yang mengingatkan bahwa jangan hanya formalitas. Yang belum melaksanakan ini harus melaksanakannya. Rat ini ajang kesadaran untuk mempertanggungjawabkan kinerja koperasi,” tutupnya.

Lihat juga...