34 Pelajar Denpasar Ikuti JDIE 2019 di Tokyo

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengapresiasi 34 siswa dari sejumlah sekolah yang tergabung dalam Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar yang akan mengikuti Japan Design Invention Expo (JDIE) 2019 di Kota Tokyo, Jepang, pada 14-27 Juni, mendatang.

Menurut Rai Mantra, kesempatan mengikuti lomba tingkat internasional ini harus dimanfaatkan oleh siswa- siswi, karena dapat menjadi jembatan menambah wawasan yang nantinya dapat berguna mendukung peran sebagai masyarakat global.

Sustainable Development (pembangunan berkelanjutan) di tengah masyarakat harus mulai didasari pemberdayaan riset seperti yang telah diterapkan di negara maju. Pemberdayaan riset yang sudah diterapkan oleh anak-anak ini memang tidak langsung dirasakan manfaatnya, tapi akan berproses membentuk karakter serta kreativitasnya, sehingga otomatis berimbas pada kualitas hidup di masa depan,” ujar Rai Mantra, Kamis, (13/6/2019).

Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. -Foto: Sultan Anshori

Rai Mantra mengaku sangat bangga atas pencapaian siswa- siswi ini, dan mengucapkan selamat berlomba bagi para peserta. Menurutnya, ini sebagai bukti, bahwa pengembangan kecerdasan siswa di Kota Denpasar tidak hanya difokuskan di area akademis saja, namun dapat beriringan dengan pengembangan siswa di kegiatan ekstrakurikuler, khususnya bidang riset.

“Ikut sertanya siswa- siswi Kota Denpasar ini berlomba di tingkat internasional, para siswa kita bisa berlaga di kejuaraan internasional. Hal ini sejalan dengan pembangunan berkelanjutan yang diharapkan mulai menyentuh riset sesuai tuntutan di era global,” imbuh Rai Mantra.

Pendamping Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar, Wayan Ananta Wijaya, mengatakan, iven JDIE 2019 ini diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA), bekerja sama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).

“Kegiatan ini sebagai ajang unjuk inovasi dan invensi melalui produk kreatif siswa. Peserta dari Kota Denpasar ini terdiri dari 8 kelompok dengan menampilkan 8 produk penelitian. Pertukaran ide antarsiswa lintas negara merupakan tujuan utama diadakannya lomba ini. Bisa dilihat anak-anak sudah siap untuk mengikuti ajang ini. Hasil akhir bukan menjadi tujuan utama, tapi pengalaman bagi anak-anak inilah yang dapat berguna bagi masa depan mereka,” ujar Ananta.

Dihubungi terpisah, Ketua tim Peneliti Remaja Kota Denpasar, Cok Istri Sintawati, mengatakan sangat bangga dapat berpartisipasi dan membawa nama Kota Denpasar dalam lomba penelitian tingkat internasional ini.

“Beberapa dari kami baru pertama kali mengikuti ajang ini, dan ada pula yang membawa penelitian lanjutan dari iven yang sama tahun lalu. Produk inovasi ini di antaranya berupa obat antidepresi, contoh bahan anti peluru, biofoam (serupa styrofoam, namun ramah lingkungan). Semoga dengan dukungan Bapak Wali Kota memberikan kami semangat untuk memberikan yang terbaik di Jepang nanti,” tandas Sintawati.

Lihat juga...