Angkutan Lebaran di Bakauheni Dipastikan Basarnas Aman dan Lancar

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Kantor Basarnas Lampung, melalui posko siaga khusus Bakauheni memastikan angkutan lebaran di Pelabuhan Bakauhenmi berjalan lancar dan aman.

Tercatat, tidak ada korban jiwa selama angkutan lebaran 2019. Yulius Cahyono, Kepala Seksi Operasi mendampingi Jumaril, Kepala Basarnas Lampung menyebut, di lintas Selat Sunda Basarnas melakukan pergerakan patroli di lintas penyeberangan Bakauheni-Merak.

Patroli dilakukan secara random, satu kali saat arus mudik lebaran dan satu kali saat arus balik lebaran. Hal itu, untuk memastikan kondisi pelayaran berjalan aman. Patroli terakhir Basarnas Lampung dilakukan pada H+7 lebaran.

Yulius Cahyono (kiri) Kepala Seksi Operasi Basarnas Lampung dan Muhammad Fadli (kanan) kapten KN SAR 224 Basudewa – Foto Henk Widi

Kegiatannya dilakukan di alur keluar dan alur masuk pelabuhan Bakauheni. Patroli dilakukan dengan KN 224 Basudewa. Kegiatannya untuk memantau pergerakan kapal ferry yang melayani arus mudik dan balik.

“Selama operasi khusus siaga Basarnas Lampung sejumlah alat utama air juga disiapkan alat utama di darat berupa truk rescue, truk double cabin, alat komunikasi mobile dan motor,” terang Yulius Cahyono saat dikonfirmasi di atas KN Basudewa, Rabu (12/6/2019).

Tercatat di masa angkutan mudik dan balik kali ini, sempat ada insiden KMP Mutiara Persada II kandas di sekitar pulau Rimau Balak. Namun, semua penumpang bisa dievakuasi meski sempat mengalami shock.

Upaya menekan kecelakaan di laut, juga telah dilakukan melalui penyiapan alat alat keselamatan. Selain kesiapsiagaan di laut, personil Basarnas juga ikut melayani pemudik. Personil Basarnas bahkan terlibat membantu evakuasi pemudik pingsan ke posko kesehatan.

Basarnas Lampung mengimbau, nelayan mengikuti warning yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kondisi cuaca yang tidak bersahabat akan terjadi selama sepekan ke depan. Ketinggian gelombang mencapai antara empat hingga tujuh meter, berpotensi terjadi di sekitar Samudera Hindia dan Selat Sunda. Faktor keselamatan selain bagi kapal nelayan juga harus menjadi perhatian bagi kapal penumpang yang ada di lintas Selat Sunda.

Lihat juga...