hut

Anies Akan Sering Gelar Festival Untuk Gerakkan Ekonomi

Editor: Koko Triarko

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, usai melihat acara Jakarnaval di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019). –Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan akan sering menyelenggarakan festival seni seperti Jakarnaval. Saat ini, Pemprov DKI tengah mempersiapkan sejumlah rangkaian acara untuk beberapa waktu ke depan.

“Kita sedang dalam proses persiapan untuk menyelenggarakan karnaval lebih sering lagi, insyaallah di pertengahan bulan Juli kita akan mengumumkan deretan iven-iven yang akan kita selenggarakan,” kata Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Menurut Anies, kegiatan-kegiatan karnaval meningkatkan perekonomian di DKI Jakarta. Ia melihat hal ini dari sejumlah gelaran acara yang sebelumnya diselenggarakan DKI.

“Kita dari asesmen selama satu tahun ini salah satu yang sangat efektif dalam menggerakkan perekonomian adalah sektor pariwisata. Dengan adanya kegiatan seperti hari ini (kegiatan Jakarnaval), juga hari Sabtu kemarin di Bundaran HI terbukti menggerakkan perekenomian,” ucapnya.

Selain itu, penggerakan dalam sektor pariwisata dan sektor ekonomi kreatif merupakan kombinasi yang baik. Salah satunya, dia mencontohkan gelaran Jakarnaval dalam rangka memperingati HUT ke-492 DKI Jakarta.

“Sektor yang sangat efektif dalam menggerakkan adalah sektor pariwisata dan sektor ekonomi kreatif. Dua itu bila dikombinasikan melalui kegiatan karnaval-karnaval seperti ini, maka sektor kreatif tumbuh, sektor pariwisata tumbuh dan Insyaallah itu gerakan perekonomian, itu yang kita dorong ke Jakarta,” ujar Anies.

Meski demikian, Anies belum dapat memastikan berapa besar pertumbuhan yang akan timbul, bila Pemprov DKI Jakarta berfokus pada dua sektor tersebut.

Namun, dirinya menjamin pihak-pihak yang bergerak di sektor informal akan merasakan pertumbuhan perekonomian yang besar dari kebijakan tersebut.

Agar dampak dari kebijakan tersebut bisa dirasakan secara merata, Anies mengatakan acara-acara yang akan diadakan bakal tersebar dan tidak terfokus pada lokasi-lokasi tertentu.

“Ketika pemerintah mengeluarkan anggaran, maka itu bukan dilihat semata-mata sebagai biaya, tapi itu sebagai cara pemerintah merangsang pertumbuhan perekonomian,” ujarnya.

Selain itu, tak hanya dari kalangan masyarajat untuk menampilkan kreativitas di depan umum, dia ingin jajaran Pemprov DKI ikut tampil dengan mengundang kelompok-kelompok kegiatan seni budaya untuk menujukan hasil kerja.

“Kita menyelenggarakan ini untuk mengajak seluruh warga ikut merasakan perayaan ulang tahun Jakarta, dan ini adalah kesempatan bagi jajaran Pemprov untuk tampil sekaligus dengan mengundang kelompok-kelompok kegiatan seni budaya untuk juga menunjukkan hasil kerja, hasil latihan yang ada selama ini,” jelasnya.

Acara ini sekaligus menutup rangkaian acara HUT DKI yang digelar tepat 22 Juni, di Bunderan Hotel Indonesia.

Anies menambahkan, ‘Wajah Baru Jakarta’ merupakan salah satu alat untuk membangun interaksi antara warga dan membangun rasa kebersamaan, lintas status sosial-ekonomi.

Untuk tahun ini, Jakarnaval diikuti sekitar 3.450 peserta berjalan kaki dan 65 kendaraan hias, dengan 21 kendaraan di antaranya diperlombakan. Peserta parade dan kendaraan hias berasal dari unsur Pemprov DKI Jakarta; Kedutaan Besar, seperti Kedutaan Besar Maroko dan Korea Selatan; serta unsur elemen/komunitas masyarakat di Jakarta.

Lihat juga...