hut

Arus Balik, Sampah di Area Pelabuhan Bakauheni Naik Berlipat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kepadatan arus balik Idul Fitri 1440 Hijriah penumpang asal pulau Sumatera tujuan Jawa masih terus berlangsung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Imbas dari kepadatan pemudik tersebut, salah satunya bertambahnya sampah dan tingkat kotornya area pelabuhan meningkat. Selain dermaga, area ruang tunggu penumpang menjadi tempat paling cepat kotor.

Sanudin, petugas kebersihan di Bakauheni mengaku dibandingkan hari biasa, sampah di area pelabuhan naik berlipat. Berbagai jenis sampah yang dibuang oleh penumpang di area pelabuhan sebagian tercecer di lantai.

Meski sudah disiapkan tempat sampah, perilaku buang sampah tidak pada tempatnya masih kerap dilakukan. Meski demikian sebagai petugas kebersihan bersama Fitrah sang rekan, Sanudin tidak pernah menegur perilaku calon penumpang kapal.

“Sudah banyak peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun untuk membersihkan sampah menjadi tugas bagi kami sesuai dengan area yang sudah ditentukan,” terang Sanudin salah satu petugas kebersihan saat ditemui Cendana News di pelabuhan Bakauheni, Minggu malam (9/6/2019).

Sanudin (kanan) dan Fitrah (kiri) petugas kebersihan di ruang tunggu penumpang pejalan kaki. – Foto: Henk Widi

Sanudin menambahkan perilaku membuang sampah yang kerap tidak pada tempatnya mengakibatkan pekerjaan sebagai petugas sampah meningkat. Saat arus balik, pemudik yang menginap di area pelabuhan mengakibatkan kotak sampah lebih cepat penuh dibanding hari biasa.

Pekerjaan menyapu, mengepel hingga membersihan plastik berisi sampah harus lebih sering dilakukan. Pekerjaan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, senyum kepada penumpang menjadi sebuah ibadah.

Saat angkutan lebaran ia bahkan menyebut pekerjaan tidak menyempatkan untuk istirahat. Pasalnya kotak sampah yang penuh dalam waktu sehari bisa penuh dalam beberapa jam. Apalagi ketika terjadi kepadatan arus balik, pemudik membuang kemasan plastik ke kotak sampah.

“Kemasan plastik air minum dan makanan kemasan menyumbang peningkatan sampah yang harus saya bersihkan,” ungkap Sanudin.

Selain Sanudin dan Fitrah yang bertugas di lantai satu area ruang tunggu, petugas kebersihan yang berjibaku bersihkan sampah berada di lantai dua. Eko dan rekannya bernama Heri, petugas kebersihan di lantai dua ruang tunggu menyebut selama arus balik penambahan sampah naik berlipat. Pemudik yang mengantri untuk naik kapal bahkan menjadi penyumbang volume sampah.

“Pemudik kerap membawa makanan yang dibungkus dengan kemasan yang dibuang di sekitar ruang tunggu bahkan area parkir dermaga,”beber Eko.

Tugas yang menjadi tanggungjawab bagi Eko dan rekannya juga ditambah dengan membersihkan toilet. Saat angkutan lebaran penggunaan toilet yang meningkat berimbas ia harus berbagi tugas.

Perilaku pemudik yang kurang memperhatikan kebersihan toilet kerap semakin memperberat pekerjaan sebagai petugas kebersihan. Namun tugas itu dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Lihat juga...