hut

Arus Padat, Kondisi di Pelabuhan Bakauheni Lancar

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pada hari kedua Idul Fitri 1440 H, arus kendaraan roda empat mendominasi penyeberangan di pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Ira Puspadewi, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) – Foto Henk Widi

Ira Puspadewi, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menyebut, tren masyarakat yang mudik ke kampung halaman di hari kedua Idul Fitri, membuat kepadatan terjadi di pelabuhan Bakauheni.

Kepadatan arus lalu lintas, sudah terjadi sejak di gerbang tol Trans Sumatera (JTTS), hingga pintu masuk pelabuhan. Antrean kendaraan terjadi sepanjang dua kilometer. Masyarakat yang memilih untuk kembali ke Jawa lebih awal, memicu terjadinya kemacetan. Data PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, ada 56.383 kendaraan roda empat, yang menyeberang ke Merak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, pada periode yang sama hanya berjumlah 51.329 kendaraan roda empat.

Sementara jumlah kendaraan roda dua mencapai 11.499 unit. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 11.315 unit. “Tren pemudik yang masih melakukan perjalanan saat hari raya terlihat dari data yang ada jumlahnya meningkat dibandingkan hari hari sebelum hari raya Idul Fitri,” terang Ira Puspadewi, Jumat (7/6/2019).

Pada 6 Juni atau hari kedua lebaran, tercatat penumpang yang menyeberang ke Bakauheni berjumlah 57.017 unit. Jumlah tersebut meliputi sebanyak 47.505 penumpang dalam kendaraan, pejalan kaki sebanyak 9.512 pejalan kaki.

Meski terjadi lonjakan arus penumpang dari Sumatera menuju Jawa, Ira Puspadewi memastikan, pelayanan tetap lancar. Lancarnya angkutan lebaran 2019 diakuinya terjadi karena koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), kantor syahbandar dan otoritas pelabuhan Bakauheni dan unsur lain. “Saat terjadi kemacetan di gerbang tol rekayasa lalu lintas segera dilakukan oleh kepolisian segera mengalihkan arus ke jalan lintas sumatera,” beber Ira Puspadewi.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh PT.ASDP Indonesia Ferry Bakauheni adalah antrean di loket kendaraan. Sebab pembayaran sistem nontunai berimbas lamanya antrean di loket kendaraan roda empat dan roda dua. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean terjadi akibat pengendara belum memiliki uang elektronik. Meski telah dilakukan sosialisasi sebagian masyarakat belum memiliki uang elektronik.

Uang elektronik yang disiapkan bagi penumpang, juga harus disertai kartu identitas KTP elektronik, untuk pencatatan manifest. Mengantisipasi kepadatan, jumlah loket saat arus balik kendaraan roda empat dimaksimalkan menjadi 21 loket, penumpang pejalan kaki 12 loket dan roda dua sebanyak 15 loket.

Lihat juga...