hut

Arus Penyeberangan Mulai Normal, Dermaga Eksekutif Primadona Penumpang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Dua pekan usai angkutan lebaran (angleb) Idul Fitri 1440 H, arus penyeberangan di pelabuhan Bakauheni berangsur normal.

Sempat mengalami antrian panjang kendaraan di jalan lintas Sumatera, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tepat di loket penjualan kendaraan arus kendaraan mulai ramai lancar.

Lancarnya arus kendaraan mendorong pengguna jasa memilih dermaga eksekutif yang memiliki pelayanan waktu berlayar (sailing time) lebih cepat dibanding dermaga reguler.

Hendrik, salah satu pengguna jasa asal Bandarlampung menyebut sengaja pulang ke Jakarta di luar arus balik. Sebagai pekerja sektor swasta di salah satu pusat berbelanjaan, ia mengaku tidak terikat waktu harus bekerja.

Selain menghindari kemacetan, ia memilih dermaga eksekutif untuk tiba di Merak lebih cepat. Saat arus balik, dermaga eksekutif diakuinya cukup padat (crowded) sehingga pengguna jasa dialihkan ke dermaga reguler.

“Minat masyarakat untuk menggunakan dermaga eksekutif sangat tinggi sehingga saya memilih waktu yang lebih longgar untuk kembali ke Jakarta, lebih lengang dan santai di jalan,” terang Hendrik saat ditemui di dermaga eksekutif Bakauheni, Minggu (16/6/2019) petang.

Penyeberangan terjadwal pada jam-jam tertentu setiap dua jam sekali membuat ia bisa menggunakan waktu di area dermaga eksekutif. Setelah memasuki area dermaga eksekutif, ia membeli tiket kendaraan roda empat dan bisa menunggu waktu keberangkatan kapal.

Sejumlah tenant makanan tradisional, permainan anak-anak serta tempat bersantai seperti bandara membuat pengguna jasa nyaman.

Meski baru dua kali menggunakan fasilitas dermaga eksekutif, ia menyebut pelayanan sangat memuaskan. Perjalanan dengan waktu hanya satu jam membuat ia tiba lebih cepat di dermaga tujuan yakni Merak.

Hal yang sama dialaminya saat akan kembali ke Lampung dengan waktu tempuh hanya sekitar satu jam. Waktu tersebut lebih cepat dibanding memakai dermaga reguler 1, 2, 3, 5 dan 6 dengan waktu tempuh 2,5 jam.

Minat masyarakat menggunakan dermaga eksekutif diakui Sugeng Purwono, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Sugeng Purwono (kiri), Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung – Foto: Henk Widi

Berdasarkan data arus mudik dan balik, kendaraan roda empat yang menyeberang dari Merak mencapai 100.470 unit. Sebagian kendaraan disebutnya selain menggunakan dermaga reguler juga memakai dermaga eksekutif.

“Tren penggunaan dermaga eksekutif terlihat saat di loket penjualan kendaraan roda empat, banyak yang memilih ke dermaga eksekutif,” ujar Sugeng Purwono.

Dari sebanyak 100.470 unit kendaraan tersebut tercatat semua kendaraan sudah kembali ke pulau Jawa seluruhnya pada H+8 lebaran. Memasuki H+7 lebaran kendaraan yang kembali ke Jawa sudah mencapai 100.328 dan usai angkutan lebaran arus kendaraan terus bertambah.

Selain kendaraan roda empat, kendaraan roda dua yang sudah kembali ke Jawa tercatat mencapai 79.927 unit, kendaraan bus 3.703 unit dan truk 7.044 unit.

Penerapan sistem penjualan tiket elektronik dan sistem online juga membuat minat masyarakat ke dermaga eksekutif meningkat. Ia menyebut setelah angkutan lebaran sistem akan terus disempurnakan.

Selain pembenahan di dermaga eksekutif sosialisasi kepada masyarakat untuk memiliki uang elektronik, KTP elektronik saat menyeberang juga terus dilakukan.

Cara tersebut dilakukan untuk memudahkan pencatatan manifest penumpang yang terintegrasi dengan data kependudukan dan pencatatan sipil.

Meski penggunaan dermaga eksekutif sudah dilakukan sejak Desember 2018, pantauan Cendana News data penumpang dan kendaraan masih menyatu dengan database angkutan dermaga reguler sehingga belum terlihat perbedaan pasti jumlah kendaraan melalui dermaga reguler dan eksekutif.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!