hut

Atasi Pengangguran, Pemda di Sumbar Diminta Manfaatkan BLK

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengajak kepada para kepala daerah kabupaten dan kota, untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK), karena mampu mengatasi persoalan pengangguran.

Nasrul menyebutkan sejauh ini BLK telah memperlihatkan perannya dalam membina dan melatih masyarakat ataupun mantan pelajar, sehingga mampu memiliki skill dan berkesempatan memperoleh pekerjaan.

Untuk itu, kepada kepala daerah di kabupaten dan kota diharapkan dapat melihat, bahwa dengan benar-benar memanfaatkan keberadaan BLK sebaik mungkin, maka dapat menekan jumlah angka pengangguran yang ada diwilayah masing-masing daerah.

Menurutnya, keberadaan BLK selama ini belum termanfaatkan dengan baik. Padahal selama ini BLK menyatakan kesiapan menampung para siswa yang sudah tamat sekolah baik SMA atau SMK bahkan yang sudah sarjana untuk memperdalam ilmunya.

“Ini peluang besar terutama bagi generasi muda kita yang saat ini belum mendapat pekerjaan. Karena di BLK ini, yang diberikan bukan hanya satu keahlian saja, namun beragam, diantaranya teknisi telepon seluler, barista dan masih banyak yang lain,” katanya, usai meninjau Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VII tahun 2019 regional Padang di BLK Padang, Kamis (20/6/2019).

Ia juga mengatakan dengan adanya berbagai keahlian yang diberikan, bukanlah sekedar teori saja. Karena di BLK, juga sudah disediakan instruktur yang berkompeten, sehingga bisa cepat masuk ke pasaran kerja, ataupun mereka bisa membuka usaha sendiri.

Nasrul melihat saat ini jumlah angka pengangguran di Sumatera Barat berada di atas angka pengangguran nasional. Seperti untuk angka pengangguran Sumatera Barat ada sebanyak 5,26 persen, sedangkan angka nasional 5,1 persen.

Artinya dengan memanfaatkan BLK-BLK yang ada terutama di Sumatera Barat, akan bisa mengurangi angka pengangguran di bumi Minangkabau tersebut.

Ke depan, katanya, dengan adanya salah satu keahlian yang dibina oleh BLK Padang yakni jurusan teknik sipil, Wagub juga berencana akan memanfaatkan lulusan BLK tersebut, untuk merancang bangunan baru yang ramah gempa di sepanjang pantai Sumatera Barat.

“Saya akan bicarakan hal ini dengan instansi terkait, karena di BLK ini, kata pihak BLK, sudah disiapkan semuanya dan biayanya juga murah,” ucapnya.

Untuk itu, sehubungan dengan adanya KKIN VII Tahun 2019 regional Padang, Nasrul Abit berharap akan menghasilkan instruktur yang terbaik untuk dikirim ke KKIN Nasional 2019 yang akan dilaksanakan Oktober 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kepala BLK Padang, Syamsi Hari, mengatakan, untuk jumlah peserta pelatihan yang di BLK Padang tahun 2019 sebanyak 1.955 orang, sedangkan tahun 2018 sebanyak 1.424 orang dan 2017 sebanyak 864 orang.

Sedangkan jika melihat berdasarkan wilayah kerja BLK Padang yang mencakup 19 BLK di Sumatera Barat, Riau, Kepri, maka total peserta pelatihan untuk tahun 2019 ini sebanyak 14.966 orang.

“Artinya jumlah peserta yang ada di BLK Padang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Lalu dari jumlah yang ikut pelatihan di BLK telah mendapatkan pekerjaan dan tidak ada lagi pengangguran,” tegasnya.

Syamsi Hari kembali mengatakan, tenaga kerja yang terserap dari BLK Padang ke pasaran kerja banyak pada sektor industri di Padang, Pulau Jawa dan Batam dan ada juga yang membuka usaha sendiri.

“Jumlahnya sekitar 40 persen, dan itu belum semua karena masih ada yang belum melapor kepada kami saat sudah mendapatkan pekerjaan” jelasnya.

Ia menjelaskan sejak tahun 2017 lalu, BLK Padang telah melakukan langkah-langkah kerjasama dengan perangkat wali nagari/desa untuk pemberdayaan masyarakat nagari/desa melalui pelatihan keterampilan di berbagai bidang, dengan tujuan memberikan keahlian kepada peserta.

Keterampilan yang diberikan itu, mulai dari bidang otomotif sepeda motor, pakaian dasa, membatik, tenun, auto cad bangunan, desain grafis.

Hal tersebut dalam rangka melatih dan menyerap tenaga kerja di wilayah nagari/desa. melalui pendirian Badan Usaha Milik Negari/Desa (BUMNag/BUMDesl yang di dalamnya adalah peserta pelatihan dari BLK yang sudah memiliki kompetensi.

Kurikulum yang dilaksanakan di BLK Padang sesuai dengan regulasi Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan SKKNI, standar khusus dan standar internasional disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk saat ini BLK Padang telah banyak menciptakan peserta pelatihan yang kompeten dan sudah ada yang bekerja di berbagai bidang usaha, antara lain di PT. Kunango Jantan Padang , PT. Mitra Kerinci Jambi, PT. Panca Karya Bekasi, PT. Bahari Marine Tanjung Priuk Jakarta, Kanwil BPN/Kantor Pertanahan di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!