hut

Balikpapan Bangun Gedung Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan, tahun ini menganggarkan pembangunan fasilitas gedung Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebesar Rp10 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini, karena lahannya sudah tersedia, yaitu gedung bekas Puskesmas Damai.

Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Suheriyono, mengatakan, pembangunan layanan ABK tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat kebutuhan akan layanan itu cukup tinggi.

“Anggaran untuk pembangunan ABK telah dianggarkan oleh pemerintah kota tahun ini, Rp10 miliar,” katanya, Jumat (14/6/2019).

Pihaknya juga telah mempersiapkan tim medis dari tenaga terapis hingga dokter. “Fasilitas dan alat, tim medis sudah siap, hanya gedungnya saja yang kini dalam tahap pembangunan,” sebutnya.

Plt Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Suheriyono –Foto: Ferry Cahyanti

Menurutnya, alasan dibangunnya gedung tersebut karena banyaknya kebutuhan terhadap layanan dan biaya untuk melakukan layanan tersebut cukup mahal. Sehingga pemerintah mencoba memberikan pelayanan tersebut.

“Nanti pelayanan sebagian gratis dan ada juga bayar sesuai retribusi,” terang Suheri.

Pembangunan layanan ABK ini merupakan gedung pertama atau satu-satunya milik pemerintah yang ada di Kaltim. Nantinya akan dikelola langsung oleh pemerintah kota, karena masih di bawah koordinasi dengan Puskesmas Damai.

“Gedung layanan ABK ini berada di Kelurahan Damai, yang dulu merupakan Puskesmas Damai. Nanti pengelolaannya di bawah koordinasi Puskesmas Damai. Puskesmas Damai sebelumnya punya layanan itu, karena banyak yang melakukan terapi, sehingga dibangunkan gedung tersendiri,” imbuh Suheri.

Suheri menambahkan, dengan dibangunkan gedung tersendiri, kebutuhan pelayanan ABK, terutama kalangan keluarga kurang mampu dapat terakomodir.

“Pelayanan di tingkat dasar diharapkan mampu mendeteksi dini dan memberikan pelayanan kesehatan pada ABK, agar dapat bertumbuh kembang secara optimal,” tambahnya.

Layanan ABK ini yang ada di Puskesmas Damai tersebut beroperasi Senin – Sabtu dengan enam terapis. Terdapat 10 ruangan yang berfungsi sebagai ruang konsultasi, empat ruangan terapi, ruang sosialisasi, dan sebagainya. Warna cat di tembok juga disesuaikan.

Setiap hari, jumlah pasien mencapai 50-60 orang, termasuk mereka yang menjadi pasien daftar tunggu. Setiap anak akan mendapatkan masa terapi selama 40 menit.

Lihat juga...