Bantar Agung Menjadi Desa Cerdas Mandiri Lestari

Editor: Mahadeva

MAJALENGKA – Desa Cerdas Mandiri Lestari memiliki konsep membentuk masyarakat yang mandiri. Masyarakat yang memiliki daya saing dan daya tawar tinggi.

Membentuk masyarakat yang modern, dalam arti maju, kreatif dan inovatif. Kegiatan dilakukan dengan menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada, baik itu budaya, tradisi masyarakat, maupun potensi alam yang dimiliki.

Subiakto Tjakrawerdaja, Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI), dalam rangka kunjungan sekaligus pencanangan Desa Cerdas Mandiri Lestari di Bantar Agung, Kabupaten Majalengka, Kamis (27/6/2019) mengatakan, mengapresiasi penandatanganan kerjasama antara Yayasan Damandiri dengan Desa Bantar Agung.

Penandantangan kerjasama Yayasan Damandiri dengan Desa Bantar Agung, Majalengka dalam rangka membentuk Desa Cerdas Mandiri Lestari , Kamis (27/6/2019) – Foto M Fahrizal

Subiakto menyebut, yayasan yang didirikan Presiden RI ke-2 almarhum Presiden Soeharto, bertujuan membantu masyarakat kurang mampu atau miskin agar menjadi sejahtera dan mandiri.

Pendirian yayasan yang sudah berusia 23 tahun, karena berdiri sejak masa orde baru, dilakukan Pak Harto dengan mengajak para pengusaha membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan. Terjadi kolaborasi dengan pemerintah. Subiakto menyebut, gotong royong merupakan kata kunci untuk menjawab tantangan ke depan. Dan berdasarkan kerjasama yang telah dibentuk, Yayasan Damandiri akan membangun Koperasi di desa Bantar Agung.

Koperasi merupakan soko guru perekonomian masyarakat, diharapkan akan menjadikan Desa Bantar Agung sebagai desa bermartabat. Koperasi yang nantinya didirikan, akan menghidupkan kembali lembaga yang bernama KUD.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tajkrawardaya menyampaikan sambutan pada pencanangan Desa Cerdas Mandiri Lestari di Desa Bantar Agung, Majalengka, Kamis (27/6/2019) – Foto M Fahrizal

Koperasi yang ada di Indonesia berlandaskan kepada asas Pancasila. Dengan adanya koperasi tersebut, mewujudkan kebersamaan warga masyarakat Bantar Agung. “Bukan to have more, tetapi to be more, yakni akan bermartabat, jika kesejahteraan didapat dengan mandiri,” tandasnya, di balai desa Bantar Agung, Kamis (27/6/2019).

Subiakto menginginkan, warga Desa Bantar Agung menunjukkan kebersamaan dan kegotongroyongan dengan koperasi. Lembaga tersebut, untuk mengembangkan daerahnya menjadi desa cerdas, mandiri, dan lestari. Upayanya memerlukan teknologi. Dan Yayasan Damandiri akan memberikan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat untuk kemajuan desa.  “Targetnya sederhana, dalam waktu kurang lebih tiga tahun, warga Desa Bantar Agung sudah tidak ada lagi yang miskin, dan menjadi sejahtera semuanya,” tuturnya.

Lihat juga...