hut

Bawaslu Sikka Tangani 4 Kasus Pemilu 2019

MAUMERE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka, menerima empat kasus sengketa pemilu. Ke-empat kasus tersebut, terjadi di kecamatan Doreng, Palue, Hewokloang dan Alok Timur.

Dua kasus yakni di kecamatan Doreng dan Palue, sudah diputuskan tidak bisa dilanjutkan prosesnya oleh sentra Gakumdu Sikka. “Dua kasus di Doreng dan Palue sudah kami putuskan untuk tidak dilanjutkan prosesnya. Hal itu, sesuai dengan aturan yang berlaku.Tidak ditemukan unsur-unsur yang disangkakan sesuai pasal 523 junto pasal 280 UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” sebut Aswan Abola, Komosioner Divisi Hukum Bawaslu Sikka, Kamis (6/6/2019).

Divisi Hukum Bawaslu kabupaten Sikka,Aswan Abola.Foto : Ebed de Rosary

Semua saksi yang diberikan oleh pelapor dan dihadirkan oleh terlapor sudah diklarifikasi. Hasilnya kasus tidak dilanjutkan prosesnya. Sementara, untuk kasus di PPK Hewokloang, masih dalam proses peyelidikan. Durasi waktu penanganan 14 hari, sesuai peraturan Bawaslu No.7 pasal 24. Waktu 14 hari tersebut sejak kasus tersebut diregistrasi.

“Kasus di PPK Alok Timur akan diumumkan hari Selasa (11/6/2019) dan PPK Hewokloang hari Rabu (12/6/2019). Keputusannya, apakah nanti statusnya dinaikan ke penyidikan atau tidak,” ungkapnya.

Sebelumnya, status laporan dinaikan ke penyidikan, akan dibahas terlebih dahulu di Sentra Gakumdu. Jaksa yang mempunyai kewenangan menentukan kasusnya apakah naik ke tingkat penyidikan atau tidak. “Terkait dua kasus ini saya pernah meminta sentra Gakumdu provinsi NTT untuk turun memantaunya. Petugas sentra Gakumdu provinsi pernah datang ke Sikka, untuk mengecek dan memantau penyelesaian ksus ini,” jelasnya.

Kasus Hewokloang dan Alok Timur, disebut Aswan, pasal sangkaannya berkaitan dengan pidana. Sulit kasusnya masuk ke ranah adiministrasi, karena pasal sangkaan berbeda. “Nanti polisi yang menyampaikan apakah BAP sudah cukup atau perlu ditambah. Tapi saya pastikan bahwa durasi yang diberikan selama 14 hari kerja akan berakhir hari Selasa (11/6/2019) dan Rabu (12/6/2019),” paparnya.

Vicky da Gomez, saksi PKPI untuk pleno perhitungan dan rekpitulasi suara tingkat Kabupaten Sikka menjelaskan, dugaan penggelembungan suara di PPK Alok Timur telah dilaporkan PKPI Cabang Sikka ke Bawaslu Sikka. “Ada terjadi dugaan penggelembungan suara untuk PPP. Diari 7 TPS di desa Watugong PPP  memperoleh satu suara tetapi  dalam model DA1-DPRD kabupaten dan kota tertulis  21 suara,” terangnya.

Kemudian di Desa Lepolima tambah Vicky, dari lima TPS, PPP mendapat lima suara. Tetapi di  model DA1-DPRD kabupaten dan kota, terdapat 20 suara. PKPI menduga, penggelembungan itu untuk merebut kursi  ke-10 di Dapil  Sikka 1. “Rekapitulasi ulang Minggu (5/5/2019) di PPK Alok Timur akhirnya ditemukan tambahan 45 suara PPP. Tambahan diambil dari PKB 40 suara dan lima suara PSI. Rapat pleno mengembalikan 45 suara itu, “ pungkasnya.

Lihat juga...