Bea Cukai Malang Galakkan Operasi ‘Gempur Rokok Ilegal’

Editor: Mahadeva

MALANG – Tingkat peredaran Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT), khususnya rokok ilegal hingga akhir 2018 terus meningkat.

Menanggapi permasalahan tersebut, hasil rapat koordinasi gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Menteri keuangan memberikan arahan untuk sedapat mungkin menekan peredaran rokok ilegal.

“Dari hasil survei Fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) peredaran rokok ilegal di 2018 meningkat 7,04 persen. Untuk itu pimpinan kami meminta agar di 2019, peredaran rokok ilegal bisa diturunkan hingga 3 persen,” jelas Kepala kantor wilayah DJBC Jawa Timur II, Agus Hermawan, saat menghadiri acara pemusnahan barang hasil penindakan di kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai tipe madya cukai Malang, Selasa (25/6/2019).

Kepala kantor wilayah DJBC Jawa Timur II, Agus Hermawan dan Kepala kantor Bea cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan (tengah baju hitam) saat memberikan keterang pers pemusnahan barang hasil penindakan – Foto Agus Nurchaliq

Untuk mewujudkan hal tersebut, selaku instansi berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap rokok ilegal, terhitung sejak bulan Juni 2019 DJBC telah melaksanakan operasi ‘Gempur Rokok Ilegal’.  Operasi tersebut serentak dilakukan seluruh unit pengawasan kantor bea cukai di seluruh Indonesia.

“Hari ini kita memusnahkan BKC HT Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 3.052.776 batan. Serta BKC HT Tembakau Iris (TIS) sebanyak 3,577 ton, atau yang jika dikonversikan kebatang sekitar 3,5 juta batang,” jelasnya.

Operasi Gempur merupakan upaya melindungi industri yang legal, agar tidak terpuruk dengan maraknya perdagangan produk ilegal. “Ini memang bukan hal yang mudah bagi kami, karena kami harus berbenturan dengan masyarakat. Oleh karenanya kami mohon dukungan baik dari pihak TNI, Polri, maupun Satpol PP, untuk melakukan penindakan, untuk kemudian diproses hukum agar para pelaku bisa jera,” tuturnya.

Kepala kantor Bea cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan, menyampaikan, sebagai langkah preventif, Bea Cukai Malang terus mengkampanyekan ‘Gempur rokok ilegal’. Hal tersebut sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rokok ilegal. “Untuk daerah rawan peredaran rokok ilegal ada bebarapa yang sudah kita petakan, yakni di pinggiran Malang selatan yang terus akan kita gempur,” ucapnya.

Kebanyakan, modus pelaku adalah dengan menggunakan kurir dan meminjam mobil rental saat melakukan perbuatan pidana di bidang cukai. “Tentunya kita akan selalu melakukan tindakan yang optimal untuk memberikan efek jera bagi para pelaku,” ujarnya.

Sementara itu selain memusnahkan rokok ilegal, Bea cukai Malang juga memusnahkan 170, 1 liter BKC Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 256 botol BKC Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), serta barang kiriman pos berjumlah 190 item barang. Secara keseluruhan barang–barang tesebut bernilai Rp1.257.810.420 miliar.

Lihat juga...