Bendungan Raknamo di Kupang Belum Bisa Difungsikan

Ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG – Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWSNT II), Agus Sosiawan, mengatakan, Bendungan Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diresmikan Presiden Joko Widodo, pada awal Januari 2018, belum bisa dimanfaatkan, karena pertimbangan teknis operasional.

“Selain pertimbangan teknis, pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II juga belum diberikan izin untuk mengoperasikan bendungan tersebut,” ujarnya, di Kupang, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum digunakan untuk pengairan maupun air baku. Antara lain, bendungan harus sudah penuh terisi air, setelah itu dilakukan audit oleh Komisi Keamanan Bendungan.

“Kalau proses itu sudah selesai, baru akan diberikan rekomendasi untuk izin pengelolaan bendungan,” sebutnya.

Setelah menerima rekomendasi izin pengoperasian, maka bendungan tersebut bisa digunakan sesuai kebutuhan. “Ada pertimbangan teknis, karena belum diberikan izin operasi kepada kami. Salah satu syarat adalah air harus melimpas melalui spilway dan selanjutnya bisa diatur pola tanam dari daerah irigasi tersebut,” jelasnya.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang itu mampu menampung 14 juta meter kubik air, dengan kebutuhan luas lahan kurang lebih 197,34 hektare.

Bendungan ini melayani kebutuhan air baku bagi warga Kabupaten Kupang 100 liter per detik, kebutuhan air untuk lahan irigasi seluas 1.250 ha, mengurangi genangan air pada daerah hilir sungai Puames dan sekitar Kota dan Kabupaten Kupang, serta untuk pengembangan pariwisata. (Ant)

Lihat juga...