Berlebaran di Posko Mudik Demi Kawal Angkutan Lebaran

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURWOKERTO – Tak hanya para pekerja transportasi seperti sopir, masinis atau sejenisnya yang merayakan Lebaran jauh dari keluarga. Namun, para pejabat di lingkungan Daop 5 Purwokerto juga banyak yang berlebaran di posko mudik.

Salah satunya adalah Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto yang menghabiskan Lebaran di Stasiun Purwokerto untuk memantau arus kedatangan dan keberangkatan penumpang. Usai Sholat Ied, ia langsung menuju stasiun untuk menjalankan tugas.

“Sudah biasa Lebaran jauh dari keluarga, dulu saya juga pernah Lebaran di Cirebon dan tahun ini di Purwokerto,” tutur pria asal Madiun, Jawa Timur ini.

Hanya saja, untuk Lebaran tahun ini, bukan hanya Supriyanto yang tidak berlebaran di rumah, tetapi istrinya juga kebagian tugas piket. Alhasil anak-anaknya pun harus berlebaran bersama neneknya di kampung halaman.

“Istri saya kebetulan pegawai PT KAI juga, ia bertugas di Daop 7 Madiun, tetapi pada Lebaran tahun ini, ia kebagian tugas piket, jadi tetap tidak bisa berlebaran di rumah bersama anak-anak. Untungnya rumah nenek dekat, jadi anak-anak berlebaran di sana,” katanya.

Supriyanto menuturkan, seluruh karyawan di lingkungan Daop 5 Purwokerto tetap bertugas selama angkutan Lebaran berlangsung, yaitu hingga tanggal 16 Juni mendatang. Sehingga, libur Lebaran baru bisa dinikmati setelah tanggal tersebut. Cuti bisa diajukan secara bergantian.

Para pejabat Daop 5 sendiri rata-rata berasal dari luar kota. Demi menjalankan tugas, mereka semua berlebaran jauh dari keluarga. Untuk para staf Daop 5 sebagian ada yang berasal dari Kota Purwokerto saja. Namun, jika momen Lebaran bersamaan dengan waktu mereka piket, mereka tetap harus menjalankan tugas dan berlebaran di tempat tugas.

Pemantauan arus mudik dan balik Lebaran, lanjut Supriyanto harus dilakukan selama 24 jam. Ia harus mengirimkan laporan berkala terkait data-data tersebut. Wilayah Daop 5 Purwokerto tidak hanya Stasiun Purwokerto saja, tetapi juga meliputi Stasiun Kutoarjo, Kroya, Cilacap, Kebumen, hingga Prupuk dan Tegal.

“Ambil cutinya nanti setelah tanggal 16 Juni, nanti diatur bergantian dengan pegawai lainnya. Jadi waktu saya pulang ke rumah, anak-anak sudah masuk sekolah, karena libur sekolah hanya sampai tanggal 15 Juni,” jelas Supriyanto.

Menurutnya, anak-anak tidak pernah protes, karena sudah memahami ritme kerja orang tuanya. Toh waktu untuk liburan bersama keluarga masih bisa dilakukaan saat akhir pekan ketika cuti.

Lihat juga...