hut

BNPB Minta Pemprov Bengkulu Percepat Penyusunan Renaksi Guna Rekonstruksi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu segera menyusun laporan Rencana Aksi (Renaksi) guna percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dan juga meminta agar penyusunan laporan renaksi tersebut sesuai dengan tata aturan yang berlaku.

“Bencana banjir dan longsor di Bengkulu pada 26 April 2019 lalu telah memakan korban meninggal dunia sebanyak 25 jiwa, korban hilang tiga jiwa, jumlah pengungsi sebanyak 13.728 jiwa, penduduk rentan 22.820 dan total terdampak hingga 45.142 jiwa,” kata Kepala BNPB, Doni Monardo lewat keterangan tertertulis di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Bencana tersebut sebut Doni juga mengakibatkan beberapa kerusakan dan kerugian yang cukup banyak, di antaranya; sektor infrastruktur senilai Rp280 miliar dengan perkiraan kebutuhan sekitar Rp1 triliiun. Pada sektor perumahan/permukiman senilai Rp111 mliar dengan perkiraan kebutuhan Rp50 miliar.

“Untuk sektor ekonomi produktif senilai Rp63 miliar dengan perkiraan kebutuhan hingga Rp76 miliar. Untuk sektor sosial sebesar Rp10 miliar dengan perkiraan kebutuhan senilai Rp5,5 miliar. Sedangkan untuk lintas sektor senilai Rp44 juta dengan perkiraan kebutuhan hingga Rp309 juta. Dari keseluruhan tersebut, diperkirakan total prakiraan kebutuhan mencapai Rp1,1 triliiun,” jelasnya.

Dalam mencukupi kebutuhan tersebut, sebut Doni, Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri mengusulkan anggaran untuk penanganan pascabencana dari empat sumber, yakni; APBD Kabupaten/kota, APBD Provinsi, APBN dan Hibah melalui BNPB.

“BNPB memahami dan meminta agar Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat segera melengkapi tiga hal yakni, laporan kejadian, usulan dan pernyataan darurat sehingga BNPB bisa segera memberikan Dana Siap Pakai (DSP),” ungkapnya.

Selain itu, BNPB juga meminta agar ke depannya pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat belajar dari pengalaman peristiwa kebencanaan baik dari wilayah Bengkulu maupun wilayah lain.

Sementara itu, Doni mengatakan, bencana di Konawe Utara sebagai bahan renungan dan pembelajaran. Banjir yang terjadi di Konawe Utara lebih besar dari banjir di Bengkulu.

Akan tetapi banjir di Konawe Utara tidak memakan korban jiwa sama sekali. Hal itu dikarenakan warganya mau mengikuti arahan dari pemerintah yang menginstruksikan untuk meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Oleh karena itu kita memuji kinerja Bupati Konawe Utara dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) karena kolaborasi antar keduanya terjadi di waktu yang tepat sehingga jatuhnya korban jiwa dapat dihindari. Ketika BMKG melaporkan prakiraan cuaca, maka Bupati Konawe Utara segera bertindak,” ungkapnya.

Doni juga mengambil contoh lain yakni banjir bandang di Sentani beberapa waktu lalu. Menurut Doni dari hasil data lapangan, para warga yang menjadi korban bencana hingga mencapai ratusan tersebut dikarenakan mereka enggan dievakuasi dan lebih mengkhawatirkan harta benda mereka. Sehingga ketika banjir bandang melanda, mereka terlambat menyadari dan tidak mampu menyelamatkan diri.

“Warga di Konawe Utara bisa selamat karena mereka mau mengikuti arahan pemerintah untuk segera keluar dari rumah. Namun apa yang terjadi di Bengkulu dan Sentani berbeda. Mereka (warga) enggan mengungsi karena harta benda. Akibatnya jatuh korban,” sebutnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com