hut

Bupati Berharap BI Corner Ada di Perpusda Pessel

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat melakukan survei ke Perpustakaan Daerah (Perpusda)di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terkait permohonan Pembangunan BI Corner yang diajukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat. 

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, mengatakan, daerahnya sangat mengharapkan adanya sebuah tempat yang bisa menyediakan buku – buku yang mudah diakses, ketimbang harus hanya menuju satu tempat, yakni ke perpustakaan.

Setidaknya jika hadir BI Corner, lebih memudahkan mengakses buku, sehingga dapat menambah wawasan masyarakat umum maupun pelajar.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

Untuk itu, Pemkab Pesisir Selatan mengharapkan Bank Indonesia dapat memilih Pesisir Selatan untuk diadakannya BI Corner, apalagi hal itu telah diminta langsung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pesisir Selatan, kepada pihak Bank Indonesia.

Tim survei yang diketuai Kepala Tim Pengembangan Ekonomi, Cristoveny, mengatakan program BI Corner telah dilakukan sejak 2015 oleh Bank Indonesia, untuk mewujudkan sarana perpustakaan mini dengan desain yang menarik dan nyaman, serta menyediakan akses informasi dan literatur berkualitas, baik dalam bentuk cetak maupun e-book dari dalam dan luar negeri.

“BI Corner yang telah diimplementasikan di Perguruan Tinggi, fasilitas publik, SMA/Sederajat dan PAUD/TK/Raudhatul Athfal dan juga menyediakan berbagai program aktivitas sebagai sarana pembelajaran dan pusat penelitian bagi mahasiswa/pelajar dan masyarakat umum, sebagai bentuk dukungan nyata Bank Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat,” jelasnya, Selasa (18/6/2019).

Ia berharap untuk menunjang adanya BI Corner itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan memiliki ketersediaan koleksi buku yang memadai, jumlah kunjungan perpustakaan, perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan, gedung perpustakaan serta kesediaan tempat untuk pembangunan BI Corner lebih kurang 15 meterpersegi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pesisir Selatan, Mawardi Roska, mengatakan sehubungan dengan ketersediaan jumlah koleksi buku yang dimiliki, dan jumlah kunjungan pembaca ke pustaka dalam satu hari, di Pesisir Selatan terbilang cukup bagus.

“Saat ini kita memiliki ketersediaan buku 17.000 eksemplar dan jumlah kunjungan rata-rata per hari mencapai 50 orang, kita juga telah memiliki perangkat komputer yang memadai serta telah dilakukan pengembangan buku digital yang dilakukan dua tahapan,” ujarnya.

Ia melanjutkannya untuk media bahan perpustakaan yang semula berbentuk cetak atau analog dialih-mediakan ke dalam format digital, dengan menggunakan perangkat keras (scanner) dan Program Aplikasi Inlislite, dan yang kedua berlangganan online.

“Bahan perpustakaan dialihmediakan terutama yang berbentuk buku langka, foto positif, lukisan, surat kabar, majalah dan lain-lain. Kedua, pengadaan bahan perpustakaan elektronis (e-Resources) berlangganan jurnal dan karya referens online,” jelasnya lagi.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pesisir Selatan, mengatakan, Perpustakaan Umum Daerah itu akan lebih seru dan menarik jika ditambah adanya BI Corner.

“Kita sambut program BI ini untuk membangkitkan literasi, agar masyarakat makin gemar membaca, sekaligus memberikan edukasi tentang peran dan fungsi bank sentral, yang dapat diakses melalui koleksi cetak maupun elektronik, di perpustakaan ini kan sudah bisa online, kalau ditambahi BI peralatan seperti  BI Corner kan makin menarik,” tutupnya.

Pada pertemuan itu,  Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat, selain melakukan survei Gedung Perpustakaan, juga melihat ruang belajar Rumah Pintar Perintis, dengan melihat fasilitas Alat Permainan Edukasi (APE) yang ada ruang belajar Rumah Pintar. Selain itu, tim melihat fasilitas dan koleksi Arsip di Galeri Kearsipan. Terakhir, tim melihat besar ruang di kantin literasi dan melihat beberapa fasilitas yang ada di kantin literasi.

Lihat juga...