Bupati Didesak Menindak Oknum ASN Calo Pengadaan

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Masyarakat Kabupaten Sikka dihebohkan beredarnya rekaman pembicaraan, oknum Aparatur Sippil Negara (ASN) yang sedang memaki dan mengancam mutasi ASN.

Pejabat yang disebut-sebut merupakan eleson IV di lingkup Pemkab Sikka tersebut mencaci maki Ketua Pokja VII pengadaan barangdan jasa, melalui telepon. Dalam rekaman berdurasi 1.29 menit, oknum ASN berinisal JJ, terdengar mencaci maki dan mengancam memutasikan salah seorang anggota Pokja.

Oknum ASN di Sikka tersebut kesal terhadap Pokja Sikka, yang memenangkan PT. Sangkuriang pada lelang paket jasa konsultasi pekerjaan Instalasi Gawat Darurat RSUD TC. Hillers Maumere.

Anggota DPRD kabupaten Sikka Yohanes A.J.Lioduden. Foto : Ebed de Rosary

“Kami meminta agar Bupati Sikka mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi terhadap oknum ASN yang mencaci maki dan mengancam Pokja,” sebut Anggota DPRD Sikka, Yohanes AJ Lioduden, Selasa (18/6/2019).

Yani Making meminta, Pokja yang menangani proyek pengadaan barang dan jasa, apabila mendapatkan intimidasi dan ancaman segera melapor ke DPRD Sikka. “Bila Pokja yang lainnya juga mendapatkan tekanan atau intimidasi dari oknum-oknum calo proyek, silahkan dibuka saja. Pernyataan yang disampaikan bukan mencerminkan profil seorang ASN yang baik,” tegasnya.

Sebagai sesama ASN, bukan kewenangan ASN mengatur sesamanya di Pokja. “Sebagai apa Dia? Sehingga mengancam akan melakukan mutasi ASN. Harus diambil tindakan tegas untuk memberi efek jera bagi yang lainnya. Perilaku ini mencoreng nama ASN dan Kabupaten Sikka, karena orang akan mengatakan di Sikka ini ASN bisa mengatur proyek,” ujarnya.

DPRD Sikka disebut Yani, telah mengagendakan pemanggulan terhadap pemerintah terkait pada Jumat (21/6/2019). Kemungkinan besar, dalam kesempatan itu juga akan dibahas masalah tersebut. “Dalam pembahasan bersama pemerintah nanti mungkin akan berkembang pembahasan mengenai kasus ini. Termasuk juga ada yang diduga mencatut nama bupati untuk meminta proyek,” sebutnya.

Bertho  Ceme, Ketua  Pokja  VII Unit Kerja  Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Sikka, mengatakan, sejak menjabat Pokja di 2013, pengalaman dicaci maki baru pertama kalinya dialami. “ Ini pengalaman paling buruk yang saya terima. Baru kali ini saya dicaci maki seperti ini. Telepon berisi caci maki ini berasal dari sesama ASN teman seangakatan saya,” tandasnya.

Telepon ancaman mutasi dan caci maki tersebut diterimanya sekitar pertengahan Maret 2019 lalu. Saat itu, Dirinya sebagai Pokja VII, baru saja mengeluarkan pengumuman pemenang lelang jasa konsultan pengawasan pembangunan gedung IGD.

“Kami telah melaksanakan tugas sesuai tahapan dan prosedur menurut aturan pelelangan pengadaan barang dan jasa. Kami juga tidak memberikan janji atau menerima apapun dari  rekanan,” tegasnya.

Lihat juga...