hut

Bupati Meminta ASN di Bekasi Fokus Jaga Kondusifitas

Editor: Mahadeva

Bupati Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja – Foto M Amin

BEKASI – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diminta fokus menjaga kondusifitas di daerah tersebut.

Para ASN diminta fokus menyelesaikan pekerjaan utama, dan tidak ikut dalam isu dukung mendukung penetapan Calon Wakil Bupati. Saat ini persoalan tersebut sedang dibahas oleh partai politik pendukung.

“Secara tegas saya sudah sampaikan ASN dihimbau tidak membuat gaduh, apalagi dukung mendukung, tetap fokus menjaga kondusifitas tetap menjaga netralitas terkait penggodokan calon wakil Bupati Bekasi,” ujar Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, kerjasama antar perangkat daerah perlu diselaraskan, untuk mengejar target dan capaian. Hal tersebut, sebagaimana program yang sudah disusun bersama dengan menggunakan skala prioritas, terutama mengenai pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Eka menyebut, setelah dirinya ditetapkan sebagai Bupati definitif, banyak program prioritas yang harus diselesaikan. Baik terkait Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ketenagakerjaan, pelayananan Publik, serta revitalisasi dan Pembangunan Pasar. “Saya meminta agar seluruh OPD membantu saya untuk menjalankan program-program yang sudah direncanakan, karena masyarakat sudah menunggu bukti kerja dari Bupati tentunya dalam melanjutkan program sebelumnya,” tandas Eka.

Di program Pendidikan, akan menggratiskan biaya pendidikan dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Begitupun dibidang kesehatan, harus ada inovasi dan kreativitas dari perangkat daerah.

Mengenai pelayanan publik, Eka meminta, harus ada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan melakukan reformasi pelayanan khususnya ditingkat kecamatan terkait pembuatan E-KTP. “Untuk itu, Saya mengingatkan ASN di Kabupaten Bekasi untuk tetap fokus, untuk tidak melibatkan diri dalam pelaksanaan seleksi Wakil Bupati. Itu urusan partai pengusung biarkan berjalan apa adanya,” tandasnya.

Untuk diketahui, Bursa pencalonan Wakil Bupati Bekasi, hingga Kamis (20/6/2019), sudah ada sembilan kandidat yang mencalonkan diri. Nama-namanya masuk ke Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Kursi wakil bupati kosong, setelah pejabat sebelumnya naik menjadi Bupati, menyusul mundurnya Neneng Hasanah Yasin, karena tersandung kasus Meikarta.

Mereka yang mendaftar adalah Muhtada Sobirin (Golkar), Siti Qomariyah (Golkar), Amin Fauzi (Golkar), Juhandi (ASN), Obing Fachrudin (Golkar), Dadan Setiawan (ASN), Dadang Mulyadi (mantan ASN), Muhajirin (mantan ASN) dan Iip Syarif Bustomy (Golkar).

Lihat juga...