hut

Bupati Purbalingga Tegaskan tak Ada Jual-Beli Jabatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Sebanyak tujuh jabatan eselon I di Kabupaten Purbalingga saat ini mengalami kekosongan. Bupati beserta tim sedang melakukan proses seleksi dan memastikan, tidak ada jual-beli jabatan selama proses seleksi berlangsung.

“Jika ada oknum yang meminta uang atau imbalan dalam bentuk lainnya untuk mengisi tujuh jabatan yang kosong tersebut, jangan segan, segera laporkan ke saya. Karena saya pastikan, proses seleksi penempatan pejabat ini nol rupiah, tanpa biaya apa pun,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Kamis (20/6/2019).

Lebih lanjut Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi ini menyampaikan, sekarang ini ada lima kekosongan pada jabatan dan bulan Juli nanti, akan ada dua pejabat lagi yang memasuki masa pensiun, sehingga total ada tujuh jabatan yang kosong.

Bupati sudah membentuk Tim Pansel atau panitia seleksi dan sudah mulai bekerja dalam dua bulan terakhir.

Menurut Tiwi, pihaknya juga tidak ingin kekosongan jabatan tersebut berlangsung lama, sebab akan berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan, pembangunan serta kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Terkait lamanya Tim Pansel dalam menjalankan tugas ini, menurut Tiwi, semata-mata karena seleksi dilakukan secara teliti dan akurat, sehingga bisa dihasilkan orang-orang yang benar-benar terbaik di bidangnya.

Tim Pansel sendiri sudah dibentuk sejak bulan Mei lalu dan proses seleksi masih berjalan sampai sekarang.

Tiwi menegaskan, penempatan pejabat struktural di Pemkab Purbalingga, dari mulai eselon IV, III dan II hingga I murni sesuai dengan kompetensi dan keahliannya.

Pihaknya tidak mau berspekulasi, sebab akan berdampak pada kinerja ASN.

Tahun ini Kabupaten Purbalingga berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Dan predikat bergengsi tersebut tidak boleh dirusak dengan melakukan pungli atau jual-beli jabatan.

“Mendapatkan predikat WTP tidaklah mudah, semua komponen pejabat ikut andil dalam pencapaian tersebut, semua ikut bekerja keras, karena itu kita tidak akan merusak dengan jual-beli jabatan. Dan saya akan menindak tegas, siapa pun oknum yang melakukan jual-beli jabatan,” pungkasnya.

 

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!