Bupati Sikka Tegaskan Pokja tak Diintervensi Siapa pun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kasus ASN di dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran kabupaten Sikka yang menelpon dan memaki serta mengancam mutasi sesama ASN yang bertugas sebagai Kelompok Kerja (Pokja) terkait masalah proyek membuat bupati Sikka turun tangan.

“Bupati sudah memberikan kewenangan kepada Pokja dan PPK dan tidak ada intervensi siapa pun termasuk bupati. Kerja sebaik-baiknya dan semua platform kegiatan tahun 2019 harus dilaksanakan secara bagus,” tegas bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (19/6/2019).

Dikatakan Robi, sapaannya, jika ada pihak-pihak yang salah maka Inspektorat kabupaten Sikka akan periksa. Dirinya juga sudah mengundang TP4D untuk mengawasi terus pelaksanaan proyek di kabupaten Sikka dan memerintahkan Inspektorat Sikka untuk periksa.

“Saya juga sudah perintahkan Inspektorat untuk periksa. Saya sudah tegaskan semua PPK dan Pokja agar matikan telepon genggam. Selama proses pengadaan tidak boleh berkomunikasi dengan pihak manapun. Bertemu pun tidak,” ungkapnya.

Saat ditanya, katanya ASN tersebut tim sukses bupati, Robi katakan, tim sukses sudah bubar saat pelantikan. Tim itu dulu membantu memenangkannya. Setelah dia dilantik, dirinya katakan sudah bubar sebab sekarang dirinya bekerja untuk rakyat.

Kalau ada orang yang membawa nama tim sukses, dirinya hanya berucap, tidak ada. Sebagai bupati dia mengasihi semua, tim sukses atau bukan tim sukses. Tidak pernah pilih-pilih kasih dan semua dapat.

“Soal ASN yang ancam memutasikan sesama ASN tersebut saya kurang tahu. Kalau dekat dengan bupati saya rasa semua orang dekat. Itu mungkin merasa dekat. Tidak ada bupati kecil,” ungkapnya.

Meridian Dewanta Dado, SH, koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) NTT mengatakan, perbuatan oknum ASN berinisial JJ ini sudah termasuk intimidasi, perbuatan tidak menyenangkan. Perbuatan ini sudah melanggar hukum.

“Adanya masalah ini, di kabupaten Sikka seperti ada bupati-bupati kecil. Mereka yang kemarin jadi tim sukses sekarang sedang memainkan peran politik balas jasa dengan urus proyek,” ungkapnya.

Seorang ASN saran Meridian, harus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, bukan mengurus proyek. ASN harus bekerja sesuai undang-undang ASN bukan malah mengurus proyek.

Rekaman caci maki yang dilontarkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas Satpol PP dan Damkar Sikka terhadap Ketua Pokja VII Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) Sikka, Bertho Ceme, memalukan dan mencoreng nama baik daerah.

“Perilaku ASN ini sudah merusak citra ASN khususnya dan pemerintah Kabupaten Sikka. Semua orang mengetahui bahwa oknum ASN ini tim sukses. Jangan hanya karena tim sukses sesuka hati memaki,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sikka, Siflan Angi.

Siflan mengaku mengetahui rekam jejak oknum ASN ini,  dirinya dipromosikan menduduki jabatan kepala bidang di dinas Satpol PP dan Damkar Sikka. Kalau ASN dan tim sukses bisa intervensi lelang proyek maka mau dibawa ke mana kabupaten Sikka.

“Mau dibawa ke mana ini kabupaten kalau ASN dan tim sukses bisa ikut intervensi lelang proyek. Bila tidak ada tindakan tegas maka hal ini akan menjadi kebiasaan,” tegasnya.

Lihat juga...