hut

Cermat, Agar Mudik Jadi Selamat

Editor: Mahadeva

 dr. Indra saat sedang memeriksa salah satu pemudik di Posko Mudik Peron 3 Stasiun Senen 

JAKARTA – Menjaga keselamatan saat mudik, ternyata bukan hanya berpatok pada alat transportasi saja. Tetapi, juga harus cermat dalam menjaga asupan nutrisi dan pola istirahat. 

Salah satu tenaga medis di Posko Mudik Peron 3 Stasiun Senen, dr. Indra Bangsawan, menyebut, tidak teratur-nya pola istirahat, pola makan dan pola pikir, berpotensi mengurangi tingkat keselamatan dari para pemudik.

“Mayoritas pemudik itu mengalami lemas, pusing atau tidak konsentrasi sebagai akibat kurang istirahat atau pikirannya sudah ada di kampung, sehingga mengakibatkan pelaku kejahatan dapat mengambil untung,” kata dr. Indra saat ditemui di Posko Mudik Peron 3 Stasiun Senen Jakarta, Minggu (2/6/2019).

Indra menyebut, pemudik harusnya mulai mengatur pola istirahat dan pola makan, paling tidak tiga hari sebelum berangkat mudik. “Kebanyakan pemudik terkena insomnia. Tidak bisa tidur. Karena pikirannya sudah ada di kampung. Seminggu sebelum pulang sudah mikirin kampung, akhirnya saat mudik tidak fit,” paparnya.

Pemudik yang ditangani olehnya di Posko Mudik, mengeluhkan kondisi perut kembung, pusing, dehidrasi dan hipertensi. “Maag dan hipertensi, itu akibat banyak pikiran, kurang istirahat dan makan nggak bener. Kelihatan juga dari matanya yang sayu, dan bola mata kemerahan, sikapnya juga gelisah,” ucap dr. Indra.

Selain itu, banyak pikiran juga menyebabkan gangguan pada limpa. Ini bisa dilihat dari gejala seperti, merasa pegal dari pinggang ke tungkai bawah hingga kaki, otot kram dan kembung. “Belum ditambah pikiran kalau pulang kampung harus bawa uang, padahal terkadang kehidupan mereka juga pas-pasan disini,” ungkap dr. Indra lebih lanjut.

Untuk menghindari kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pemudik,  dr. Indra menegaskan, masa mudik merupakan suatu masa yang harus dipikirkan jauh hari, sebelum tanggal keberangkatan.  “Minimal tiga hari sebelum tanggal keberangkatan, para pemudik sudah harus mengatur makan. Banyak makan buah mengandung air, nutrisi dan vitamin,  jangan mengkonsumsi terlalu banyak kafein, istirahat cukup. Paling tidak delapan jam tidurnya,” tegasnya.

Indra juga menekankan, orang tua harus memperhatikan juga pola istirahat dan asupan nutrisi anak-anak. “Yang sering jadi korban anak. Orangtuanya sudah sibuk mikirin mudik, akhirnya kondisi anak terlantar. Jadi pesan saya, rencanakan dengan cermat terkait masalah mudik ini, sehingga bisa selamat sampai tujuan dan kembali lagi. Tidak sakit dan tidak juga menjadi korban kejahatan,” pungkasnya. 

Lihat juga...