Dampak Kemarau Elevasi Air Waduk Sermo Mulai Berkurang

Waduk Sermo -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Elevasi air di Waduk Sermo, Kabupaten Kulon Progo, mengalami penurunan akibat dampak kemarau yang melanda di wilayah ini dalam beberapa bulan terakhir.

Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo, Novika Prabowo, mengatakan berdasarkan data Monitoring Level Muka Air Pengelola Waduk Sermo, tingkat elevasi pada awal Juni 2019 berkisar 132 Meter di atas permukaan laut (MDPL).

“Ketinggian air terus menurun, hingga saat ini berada di angka 131.13 MDPL. Penurunan ini disebabkan karena rendahnya curah hujan akibat musim kemarau yang mulai melanda kawasan waduk sejak dua bulan belakangan,” kata Novika, Minggu (23/6/2019).

Penurunan tingkat elevasi otomatis mengubah volume air di Waduk Sermo. Rata-rata batas tinggi normal air di waduk itu berada di angka 136 MDPL dengan volume air sebesar 20 juta meter kubik. Sedangkan saat ini dengan ketinggian 131,13 MDPL, volume menyusut drastis menjadi 11,5 juta meter kubik.

“Fenomena ini tidak akan mempengaruhi suplai air ke sejumlah daerah irigasi,” katanya.

Novika mengatakan, berdasarkan hasil rapat rutin pihaknya per 15 hari, suplai air ke DI Pengasih tetap berjalan dan bisa memenuhi kebutuhan air hingga 800 kubik per detik. Saat ini, kebutuhan air 800 liter per detik, dan saluran sudah dibuka.

Normalnya, kebutuhan air di Pengasih hanya berkisar antara 300 sampai 500 liter per detik. Namun karena untuk membantu suplai air petani di wilayah DI Papah guna keperluan Masa Tanam (MT) kedua, maka suplai air diperbesar menjadi 800 liter per detik.

“Nanti sebagian kita alirkan ke DI Papah,” ucapnya.

Novika meyakini, selama elevasi air belum mencapai 124 meter kubik di batas bawah normal, Waduk Sermo tidak akan kekurangan air untuk memenuhi suplai ke DI. Dia juga memastikan, saat ini elevasi air di waduk itu masih dalam kondisi normal.

“Itu nanti akan dievaluasi 15 hari ke depan. Apakah sudah cukup atau belum untuk menentukan kita kecilkan atau tingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kulon Progo, Widiyanto, mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak melakukan pengerukan lumpur Waduk Sermo, Kecamatan Kokap, karena pendangkalannya sangat parah.

“Selama 26 tahun Waduk Sermo dibangun dan dioperasikan, belum satu kali pun pernah dilakukan pengerukan lumpur, sehingga terjadi pendangkalan yang cukup parah,” kata Widiyanto.

Ia mengatakan, saat dibangun, kedalaman Waduk Sermo antara 15 meter hingga 20 meter. Namun saat ini, kedalaman Waduk Sermo hanya 7 meter sampai 10 meter. Kondisi pendangkalan ini, sangat memprihatinkan dan bisa mengancam keberlangsungan ketersediaan air baku masyarakat, kebutuhan air irigasi, hingga berpotensi mengakibatkan banjir di Kecamatan Pengasih, Wates, dan Temon.

Saat dibangun, Waduk Sermo dirancang mampu bertahan sekitar 50 tahun, namun melihat kondisi saat ini, dikhawatirkan usianya tidak akan sampai 50 tahun.

“Kami minta Waduk Sermo dikembalikan ke tujuan awal dibangun, yakni sebagai tampungan air baku, pengendali banjir, tempat wisata dan penyulai air irigasi,” harapnya. (Ant)

Lihat juga...