DBD di Lebak, Seorang Warga Meninggal Dunia

Ilustrasi nyamuk Aedes Aegepty - Foto Istimewa/Dok CDN

LEBAK  – Seorang penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan meninggal dunia setelah ditangani tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

“Kami mencatat kasus DBD sepanjang Januari hingga Minggu (9/6)  ada 58 penderita dan di antaranya seorang meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah, di Lebak, Minggu.

Kasus penderita penyakit DBD di Kabupaten Lebak trennya mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018.

Meningkatnya kasus penyakit menular tersebut akibat dipengaruhi cuaca yang terkadang hujan juga terkadang suhu panas.

Untuk mencegah penyebaran DBD, petugas kesehatan kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber jentik nyamuk.

Populasi nyamuk aedes aegefty itu berkembangbiak di air bersih yang tidak menyentuh tanah, seperti di bak, kaleng, bambu, ban bekas, juga di bawah pembuangan air lemari es.

Pencegahan DBD lainnya, kata dia, masyarakat melaksanakan kebersihan lingkungan juga gerakan 3 M (mengubur, menguras, menutup) untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Disamping itu, juga masyarakat jika mengalami suhu demam heboh dari satu orang maka segera mendatangi pos kesehatan terdekat untuk pengobatan medis.

“Kami minta warga mewaspada penyebaran DBD itu dengan mengoptimalkan 3 M itu,” katanya.

Maman mengatakan, pihaknya juga melaksanakan pengasapan di 16 titik di Kabupaten Lebak, sebab, di lokasi itu terdapat jentik nyamuk yang harus dimusnahkan.

“Saya kira lebih efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD yakni melakukan gerakan PSN dengan 3 M, sehingga jentik-jentik nyamuk mati,” katanya.

Kepala Puskesmas Kolelet Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, E Anah Hasanah, mengaku selama ini di tugas wilayahnya belum ditemukan laporan warga terserang positif penyakit DBD.

Pihaknya hingga kini terus melakukan kegiatan promosi dan penyuluhan kesehatan di sejumlah desa.

Selain itu juga membudayakan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan gerakan PSN serta 3 M.

Kegiatan pencegahan DBD itu tentu bisa mematikan virus nyamuk DBD.

“Kami setiap pekan melakukan PSN dan 3 M yang melibatkan petugas jentik,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...