Denpasar Masuk 10 besar KaTa Kreatif Bekraf

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia di 2019 ini menggelar pemetaan kota dan kabupaten (KaTa) kreatif di Indonesia.

Terdapat 52 kabupaten dan kota yang telah masuk dalam seleksi program tersebut. Kota Denpasar masuk dalam 10 besar KaTa Kreatif Indonesia 2019.  “Salah satu Kriteria penilaiannya dilakukan lewat diskusi kelompok terpumpun KaTa Kreatif ini,” kata Direktur Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf RI, Selliane Ishak, Jumat (14/6/2019).

Selliane Ishak menyebut, Bekraf Indonesia telah mengeluarkan program Penilaian Mandiri Kabupaten dan Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Kedeputian Infrastruktur Bekraf, telah menurunkan Tim PMK3I dan Tim Asesor, untuk melakukan self assessment ke daerah. Assessment dilakukan, untuk menentukan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) yang akan menjadi potensi unggulan dari setiap daerah.

Program, KaTa telah menyeleksi 52 kota dan kabupaten, dan dipilih 23 daerah. Kemudian diperkecil menjadi 10 besar kota dan kabupaten nominator. “Penilaian ini murni dilakukan dari tim penilai yang meliputi dari asosiasi dan subsektor,” jelasnya.

Dari 10 nominator, akan diseleksi untuk mendapatkan empat Kota Kreatif. Kota Denpasar telah memilih sub sektor unggulan, yakni fesyen. “Saya melihat program Wali Kota Denpasar dibidang ekonomi kreatif sangat visioner dan didukung oleh masyarakat dan sektor lainnya serta akademisi dan pebisnisnya,” imbuhnya.

Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, mengatakan, sangat mendukung visi dari proyek perubahan untuk mewujudkan ekonomi kreatif. Kegiatannya, menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar. Program ekonomi kreatif Denpasar disebutnya, telah membentuk serta mendorong adanya pembentukan Startup. Tidak saja pada subsektor yang ada, namun juga mendorong pada skala teruna di setiap banjar.

“Kami berharap, dorongan pembentukan startup ini nantinya dapat memberikan mereka untuk terus berproduksi lewat bantuan-bantuan modal usaha. Disamping itu dorongan program juga dilakukan lewat lomba Wirausaha Muda Denpasar (WMD) yang telah melahirkan puluhan WMD setiap tahunnya dan diberikan insentif untuk mengikuti pelatihan di rumah perubahan Rhenald Kasali,” tutur Rai Mantra.

Rai Mantra mengatakan, saat ini yang menonjol di Denpasar adalah usaha yang digeluti insan muda seperti kuliner dan fesyen. Tidak hanya di dua bidang tersebut, tetapi juga mendorong kreatifitas motor custom.  Saat ini produk dari motor custom telah mampu bersaing dengan builder-builder ternama di Amerika dan juga Jepang.  Pihaknya telah memunculkan secara bertahap seluruh komunitas-komunitas yang ada di Kota Denpasar.

“Saya yakin Denpasar akan bisa mewujudkan visi sebagai Kota Kreatif. Salam kreatif dari Kota Denpasar, dan selalu kreatif,” tutup Rai Mantra.

Lihat juga...