Di Balikpapan, Halal Bihalal Dimanfaatkan untuk Donor Darah

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Momentum halal bihalal yang diselenggarakan beberapa komunitas ataupun organisasi, dimanfaatkan untuk kegiatan donor darah.

Ketua PMI Cabang Balikpapan Dyah Muryani – Foto Ferry Cahyanti

Hal itu, untuk memenuhi kebutuhan darah bagi warga Balikpapan. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Balikpapan, Dyah Muryani, mengungkapkan, kegiatan donor darah yang dirangkai dengan halal bihalal menjadi kegiatan kemanusiaan yang bagus.

Acaranya, bisa dilanjutkan, karena selain bisa membantu warga yang membutuhkan transfusi darah, juga meningkatkan silahturahmi antar sesama. Dyah Muryani mengatakan, jumlah pendonor di Balikpapan terdapat ratusan orang. Hanya saja jumlah itu masih kurang karena warga yang membutuhkan transfusi darah juga besar.

“Jumlah pendonor 300 orang, ada juga dari relawan pendonor 300 orang. Ada juga komunitas perusahaan. Setiap hari kami jalan untuk mengambil donor darah. Minimal 20 kantong darah dapat dihasilkan setiap kami jalan untuk mencari pendonor,” papar mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tersebut, Rabu (12/6/2019).

Darah yang paling sering dicari adalah golongan darah AB dan O. Jumlah golongan darah tersebut di Balikpapan sangat terbatas. Apabila kehabisan, PMI langsung menghubungi pendonor dengan golongan darah tersebut. “Golongan darah B dan A paling banyak stoknya. O dan AB yang sangat terbatas atau yang banyak kekurangan. karena yang banya melakukan transfusi adalah AB. Kalo sudah begitu, kami telpon atau menghubungi mereka (Pendonor) karena untuk melakukan donor dilakukan 3 bulan sekali,” bilang Dyah Muryani.

Selain itu, PMI juga melakukan penambahan peralatan donor di 2020 mendatang. “Kami akan tambah alat untuk terus meningkatkan kualitas, walalupun saat ini sudah sesuai standar. Tahun depan kami usulkan dana Rp3 miliar karena PMI Balikpapan juga ditunjuk sebagai percontohan,” tandasnya.

Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Suheriyono, mengungkapkan, halal bihalal diselenggarakan untuk meningkatkan silahturahmi dan meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan. “Kegiatan halal bihalal akan rutin diselenggarakan dengan mengajak tim pelayanan kesehatan, agar terus meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan tugas dengan fungsinya,” tambahnya.

Lihat juga...