hut

Disdukcapil Balikpapan Imbau Pendatang Bawa Surat Pindah

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Pemeriksaan terhadap para pendatang di suatu daerah pada setiap momen arus balik Lebaran, dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tidak ketinggalan di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

“Pemerintah kota Balikpapan tidak melarang adanya pendatang di Balikpapan. Yang penting, mereka membawa dokumen kependudukan, ” kata Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil, Hasbullah Helmi, Senin (10/6/2019).

Kelengkapan dokumen tersebut nantinya akan berguna bagi pendatang itu sendiri, dalam hal pelayanan kesehatan, atau pengurusan dokumen lainnya. Untuk itu, para pendatang diminta membawa surat pindah dari Kantor Dinas Catatan Sipil daerah asal.

Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil, Hasbullah Helmi –Foto: Ferry Cahyanti

Merujuk data Disdukcapil Balikpapan,  potensi kenaikan jumlah pendatang pada arus balik Lebaran tahun ini mencapai 20 persen di banding hari biasa.

Pendatang Balikpapan normalnya sekitar 1.000-1.500 orang perbulan. Dari jumlah itu, pendatang terbesar berasal dari Sulawesi dan Jawa Timur.

“Tahun lalu, rata-rata 1 RT ada 10 orang yang datang. Jika dikalikan 1.600 RT ada sekitar 16 ribu sampai 17 ribu orang. Dan, mereka rata-rata belum memiliki KTP Balikpapan,” kata Hasbullah Helmi.

Soal alasan mereka sudah memiliki KTP elektronik, menurut Helmi, sepanjang tidak ada perubahan data KTP, hal itu tidak masalah. Tapi pada saat dia pindah ke Balikpapan, berarti data alamat di KTP berubah, maka harus ganti KTP.

‘Itu yang sering terjadi di Balikpapan. Mohon maaf, contoh kemarin terjadi kebakaran ada korban satu orang begitu kita cek ternyata bukan orang Balikpapan dan tidak punya BPJS kesehatan,” ungkapnya.

Karena itu, Pemerintah Balikpapan berharap penduduk yang sudah lama tinggal atau baru datang, untuk segera mengurus administrasi kependudukan, agar masyarakat menerima manfaat layanan dari pemerintah Balikpapan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!