Dishub Lampung Tindak Tegas Bus dan Travel Pelanggar Tarif

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Dinas Perhubungan Provinsi Lampun menjanjikan penertiban dan penindakan dengan tegas, terhadap Perusahaan Otobus (PO), travel, yang sengaja menaikkan tarif selama angkutan lebaran 2019.

Bambang Soembog (tengah) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung – Foto Henk Widi

Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Soembogo, menyebut, pihaknya menerjunkan tim khusus untuk mengawasi masa angkutan lebaran 2019. Tim akan memantau pengenakan tarif yang tidak sesuai di lapangan.

Bambang menyebut, pemantauan dilakukan secara tersembunyi. Tahun ini, tidak ada tarif tuslah trayek angkutan umum di Lampung. Yang berlaku adalah penerapan tarif batas atas. Tarif tersebut ditempel pada bus milik PO dan travel diantaranya tarif bus Rp35.000, dan Rp65.000 untuk moda travel.

Sementara berdasarkan laporan sejumlah pemudik, sejumlah PO dan travel menetapkan tarif sepihak saat dalam perjalanan. Hal itu, menjadi upaya untuk menghindari pendataan. Beberapa pemudik yang ditawari naik ke bus,travel tidak sesuai ketentuan tarif diminta mencatat nama PO, travel lengkap dengan nomor polisi kendaraan.

Laporan tersebut akan ditindaklanjuti langsung oleh tim yang diturunkan di lapangan. “Tekhnisnya, Dishub akan menerjunkan personel yang menjadi penumpang, sehingga mengetahui tarif yang telah menentukan apakah ada pelanggaran oleh PO atau travel untuk dilakukan peringatan hingga tahap penindakan,” terang Bambang Soembogo, Minggu (2/6/2019).

Penindakan terhadap pelanggaran dilakukan bertahap. Tahap pertama pemberian peringatan, kemudian dilakukan pembekuan atau pencabutan izin trayek. Pencabutan izin dilakukan saat PO dan travel menetapkan tarif yang sudah ditentukan. Saat pelanggaran dilakukan tiga kali, Dishub bahkan akan melakukan pencabutan izin. Pemantauan tarif selama angkutan mudik lebaran dilakukan di sejumlah titik. Seperti terminal Bakauheni, Lampung Tengah, Bandarlampung dan sejumlah kabupaten di Lampung.

Sejumlah travel resmi di area terminal pelabuhan Bakauheni – Foto Henk Widi

Pemantauan dan sidak diakuinya akan dilakukan sejak H-3 hingga H+6 lebaran Idul Fitri. Karena biasanya, di masa tersebut sering kali dilakukan penerapan tarif yang tidak sesuai dengan yang ketentuan. Selain penertiban tarif saat angkutan lebaran, juga dilakukan penindakan terhadap travel tidak resmi. Travel tidak resmi atau travel gelap masuk ke area pelabuhan secara tidak terpantau. Kendaraan masuk dengan mengaku sebagai penjemput pemudik. “Dishub Lampung akan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menertibkan travel tidak resmi di area pelabuhan,” beber Bambang.

Khusus di Terminal Bakauheni, disiapkan puluhan bus ekonomi, AC dan eksekutif untuk mencukupi kebutuhan pemudik. Ketersediaan bus dan travel yang mencukupi disebutnya, membuat bus cadangan yang disediakan tidak digunakan pada masa angkutan lebaran kali ini.

Lihat juga...