hut

DKP Sumbar Bersihkan Sungai Batang Arau

Editor: Mahadeva

PADANG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat, mendatangi langsung kawasan Batang Arau, Padang, untuk membersihkan sampah yang ada sungai, Rabu (26/6/2019).

Kegiatan tersebut bagian dari kegiatan lanjutan bersih-bersih sungai, bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, dengan bersih-bersih tersebut, harapannya Sungai Batang Arau bisa dibersihkan dari sampah-sampah yang mengapung. Dan sungai dapat kembali menjadi habitan habitat yang lebih baik.

Yosmeri menyebut, sampah yang bertebaran di Sungai Batang Arau, kebanyakan adalah sampah dari rumah tangga. Sampah tersebut sengaja dibuang ke sungai oleh masyarakat, dan akhirnya masuk ke laut. “Kalau kondisi ini sampai ke laut, maka dampaknya untuk habitat yang ada di laut, seperti bisa rusaknya terumbu karang, dan mengurangi hasil tangkapan nelayan. Makanya dari DKP berharap betul, kegiatan ini benar-benar bisa membuat sungai bersih,” tandasnya, Rabu (26/6/2019).

Salah satu dampak dari sampah di sungai, adalah terganggunya hasil tangkapan nelayan. Terutama, nelayan pukat yang ada di Pantai Purus Padang. “Saya melihat langsung, isi pukat nelayan itu banyak sampah rumah tangga seperti plastik, kain, baju, kaleng, dan lain sebagainya. Banyaknya limbah di Barang Arau, juga pernah terjadi di beberapa sungai lain seperti Batang Anai, Banda Bakali,” tandasnya.

Kegiatan gotong-royong, untuk mengeduķasi masyarakat membangun budaya hidup bersih. Harapannya, dapat menumbuhkan kesadaran akan lingkungan. Kegiatan bersih sungai digelar setiap Rabu. Khusus untuk Batang Arau, kegiatan digelar dua kali dalam sebulan. “Jika hal ini berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, maka diperkirakan dalam jangka waktu 1,5 tahun ke depan, Batang Arau benar-benar bersih dari sampah,” ujarnya.

Dari kegiatan yang dilakukan, kini Batang Arau terlihat mulai bersih. Namun, mengingat cuaca di Kota Padang yang sering turun hujan, ada beberapa sampah terpantau kembali mengapung di sungai tersebut. Yosmeri menyebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar akan berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mengedukasi warga menjaga kebersihan lingkungan sungai.

“Tidak hanya terkhusus di kawasan Batang Arau saja, tapi sepanjang sungai lainnya, juga penting untuk dijaga kebersihannya. Setidaknya dengan adanya kesadaran masyarakat, telah dapat menjaga habitat ikan yang ada di sungai dan di laut,” pungkasnya.

Lihat juga...