hut

DLHK Klaim Penggunan Kantong Plastik di Denpasar Jauh Berkurang

Editor: Koko Triarko

Sekretaris DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa. -Foto: Sultan Anshori

DENPASAR – Program pengurangan sampah plastik melalui pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Implementasi Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018, tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, dilaksanakan tidak hanya untuk toko modern dan pusat perbelanjaan, tetapi juga sampai ke pasar tradisional dan usaha kecil lainnya. Hal ini mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh sampah plastik sangatlah berbahaya.

Sekretaris DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mengatakan, sampah plastik diketahui sulit terurai di alam dan dapat terurai menjadi mikroplastik yang berbahaya bagi biota laut, bila termakan, sehingga pada akhirnya juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

Terlebih lagi, Kota Denpasar merupakan salah satu destinasi wisata dunia, sehingga upaya pengurangan sampah plastik melalui pengurangan penggunaan kantong plastik dapat mendukung terwujudnya sapta pesona Kota Denpasar.

Putra Wirabawa menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan dengan mengambil sampel di 95 toko dan pusat perbelanjaan di Kota Denpasar pada Mei-Juni 2018, diperoleh rata-rata penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar mencapai 1.086.114 lembar per bulan, sehingga diperkirakan dalam setahun peredaran kantong plastik tersebut mencapai 13.033.368 lembar.

Karenanya, dari penerapan Perwali nomor 36 tahun 2018 tentang pengurangan sampah plastik ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengurangan penggunaan plastik dan sampah plastik di Kota Denpasar.

“Tentunya kami berharap dapat efektif dalam mendukung pengurangan penggunaan sampah plastik dan kantong plastik di Kota Denpasar,” jelas pria yang akrab disapa Gustra ini, Minggu (30/6/2019).

Gustra menambahkan, berdasarkan hasil monev pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar pada Februari 2019, dengan mengambil sampel di 95 toko dan pusat perbelanjaan, diketahui pada Januari 2019 terjadi penurunan penggunaan kantong plastik pada toko modern dan pusat perbelanjaan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 99,15 persen, atau kurang lebih 12.903.034 lembar jika dibandingkan dengan data penggunaan sampah plastik 2018.

Kemudian setelah dilakukan pendataan ulang pada Mei 2019, kembali terjadi penurunan persentase penggunaan kantong plastik untuk periode bulan Februari-April 2019. Persentase penurunan bertambah mencapai 99,60 persen atau sekitar 12.981.234 lembar jika dibandingkan dengan data pemakaian kantong plastik pada 2018, atau sebelum Perwali Nomor 36 Tahun 2018 diberlakukan.

Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar juga telah mengeluarkan Instruksi Walikota Denpasar Nomor 1 Tahun 2018, tentang Pengurangan Sampah, yang mengatur pengurangan sampah termasuk sampah plastik sampai ke tingkat pasar tradisional dan usaha kegiatan lainnya di Kota Denpasar.

“Sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik di pasar tradisional secara rutin dilaksanakan oleh Tim Pengurangan Sampah Plastik Pemerintah Kota Denpasar bersama Juru Pemantau Lingkungan (Jumali), yang disertai dengan pembagian tas ramah lingkungan,” paparnya.

Melalui penerapan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 dan Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2018, lanjut Gustra, volume penggunaan kantong plastik di pasar tradisional dan kegiatan usaha lainnya di Kota Denpasar telah mengalami penurunan, dengan persentase penurunan masing-masing sebesar 54,26 persen untuk pasar tradisional, dan 86,27 persen untuk usaha lainnya yang berada di ruas-ruas jalan di Kota Denpasar.

Masih kata Gustra, selain penerapan Perwali, juga turut dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama pengurangan sampah plastik dengan para pemangku kepentingan, seperti komunitas peduli lingkungan, pihak pelaku usaha, instansi di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, siswa sekolah, dan masyarakat Kota Denpasar yang dilaksanakan serangkaian dengan pelaksanaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni.

“Dari data survei ini, dapat kami sampaikan, bahwa sejak Perwali Nomor 36 tahun 2018 ini diterapkan, andilnya sangat efektif dalam pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar,” tandas Gustra.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com