hut

Dodol Kranggan, Makanan Tradisi di Perbatasan Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kudapan Dodol hampir dimiliki setiap daerah, tak terkecuali di wilayah Kampung Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dodol Kranggan Emak Sadan, biasa disebut warga setempat, dikenal sebagai kue tradisi yang harus ada setiap hari raya ataupun hajatan pernikahan atau sunatan.

“Selain hari raya besar, Dodol Kranggan menjadi tradisi setiap acara besanan sebagai lambang keberkahan,” kata Emak Sadan, pembuat Dodol Kranggan kepada Cendana News, Sabtu (15/6/2019).

Emak Sadan mengaku selama ini biasa memproduksi Dodol Kranggan, hanya melayani pesanan untuk hajatan besanan atau sunatan. Untuk jual eceran lanjutnya, hanya dibuka menjelang Idul Fitri karena bulan tersebut biasanya banyak pesanan.

“Bulan puasa kemarin produksi dodol setiap hari. Itu karena untuk melayani permintaan eceran, karena saat puasa permintaan meningkat drastis,” ungkap Mak Sadan mengakui pesanan tidak menentu, tapi saat bulan Maulid akan meningkat.

Dodol Kranggan Mak Sadan, memilik bahan baku tersendiri yakni, beras ketan, gula merah, gula putih, kelapa dan bawang goreng. Untuk sekali produksi, Emak Sadan biasanya harus menyiapkan 20 liter beras ketan, gula merah 15 kilogram, gula putih lima kilogram dan kelapa secukupnya.

Sekali produksi Dodol Kranggan, Emak Sadan biasa melibatkan hingga tujuh orang dalam membantunya seperti menyiapkan bahan dan pengadukan dodol. Sekali produksi bisa memakan waktu hingga 8 jam agar mendapatkan hasil maksimal.

“Proses pembuatan memakan waktu 8 jam agar hasilnya maksimal. Dodol ini, harus telaten kalau tidak akan berair. Jadi seperti api dan lainnya juga harus mendapat perhatian,” ujar Emak Sadan, saat ditemui di rumahnya di Kampung Jatirangga, Jatisampurna.

Menurut Emak Sadan, Dodol Kranggan enak dimakan bersamaan dengan kopi pahit. Dodol Kranggan, berbeda dengan dodol Betawi karena warna lebih coklat, menyerupai warna gula aren.

Untuk harga lanjut Emak Sadan, ukuran 20 liter ketan dipatok harga Rp2,1 juta, 15 liter Rp1,6 juta. Sementara harga eceran dijual mulai dari harga Rp13 ribu sampai Rp70 ribu.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!