Dorong Kemajuan UMKM, Pemprov Bali Gratiskan Stan di Pameran PKB

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Para pedagang di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) nampak senang. Pasalnya stan yang semula disewakan, kini diputuskan untuk digratiskan alias pakai cuma-cuma oleh para peminat yang berniat berdagang.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan, bahwa pihaknya telah mengambil kebijakan untuk menggratiskan puluhan stan, baik yang dibangun permanen maupun tenda-tenda yang didirikan di arena PKB yang rutin digelar setiap tahun di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre) Denpasar.

Gubernur mengatakan, bahwa kebijakan menggratiskan stan-stan tersebut dimaksudkan untuk memberi dukungan penuh dan mendorong kemajuan UMKM lokal serta ekonomi kreatif yang mulai tumbuh di Bumi Dewata.

“Dengan digratiskannya stan untuk UMKM di arena PKB 2019 ini, saya minta semua peserta tetap menjaga ketertiban dan disiplin. Jaga nama baik PKB dan Bali secara umum agar tetap mulia dan kondusif, bersih dan rapi,” ujar Gubernur Koster saat memberi pengarahan dan tatap muka dengan para peserta pameran ajang PKB 2019, di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Minggu (9/6/2019).

Di samping itu, Koster juga mengingatkan agar seluruh warga masyarakat, terlebih bagi mereka yang terlibat di PKB, untuk selalu dapat menjaga sikap guyub dan kompak semuanya.

Dengan demikian, citra PKB akan bisa semakin baik lagi ke depan. Ia menyebutkan, kebersamaan antara para perajin dan UMKM sangat penting.

“Posisi stan akan diundi dan jangan sampai ada ribut-ribut sesama saudara sendiri,” ujarnya menekankan.

Ke depan, lanjut Gubernur Koster, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki gelaran PKB, sehingga pada gilirannya akan menjadi semakin baik. Salah satunya, memperbaiki bentuk kebijakan yang nantinya semakin banyak dapat mengakomodasi UMKM lokal Bali.

“Format ke depan agar lebih banyak yang bisa ikut pameran, semuanya kebagian. Ini tentu melalui seleksi yang baik pula,” katanya menjelaskan.

Mengenai stan yang selama ini disewakan di arena PKB, Gubernur Koster menganggap pemasukan dari penyewaan stan tersebut sesungguhnya sangat kecil.

“Saya hitung tak sampai Rp 2 miliar. Jadi menurut saya, PKB ini bukan tempat untuk mencari uang, apalagi jika yang dibebani adalah para peserta UMKM di Bali,” kata Gubernur asal Buleleng ini.

Gubernur mengaku sudah dari dulu berniat untuk menggratiskan stan di PKB bagi para perajin yang berasal dari UMKM tersebut. “Untuk itu ketika saya terpilih, langsung saya buatkan payung hukum yang mengatur, yakni peraturan gubernur baru agar bebas dari pungutan,” katanya.

Untuk itu, para peserta pameran juga diimbau agar aktif membuka jaringan baru untuk memajukan usahanya. Gubernur menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan dialog tentang apa saja yang jadi kendala UMKM di Bali.

“Nanti kita akan bantu semua perajin di Bali dalam membuka jaringan dan pasar, akses keluar daerah hingga ke negara lain, termasuk juga dengan membuat rumah desain industri kreatif branding Bali. Kita fasilitasi gratis,” ucapnya bersemangat. Bahan baku, modal, pemasaran, atau apapun, kita akan carikan jalan keluarnya. Semua untuk memajukan dan menumbuhkan kekuatan ekonomi kerakyatan di Bali, itu cita-cita kami,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Menurut Koster, PKB 2019 betul-betul hendaknya dapat diisi dengan materi yang baru, yang secara general akan lebih mengedepankan budaya dan seni tradisi Bali yang ada di desa-desa adat.

“Silahan nanti lihat pawai pembukaannya, pasti akan beda suasananya. Begitu pula dengan materi seni yang dilombakan, akan banyak pembaharuan,” tegas Koster.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan, penjaringan peserta yang akan mengikuti pameran diawali dengan sosialisasi ke kabupaten/kota se-Bali, yang kemudian penjaringannya dilakukan oleh masing-masing Dinas Perindag.

“Jadi yang berhak mengikuti pameran ke tingkat provinsi, adalah yang dari hasil rekomendasi kabupaten/kota,” ujarnya.

Mengingat banyaknya peminat yang ingin ikut berpameran, maka barang-barang yang akan dipamerkan itu harus memiliki kualifikasi tertentu. Sehingga, tidak semua barang bisa dipamerkan.

“Karena namanya Pesta Kesenian Bali, tentu barang-barang yang dipamerkan itu asli produk Bali, bukan dari luar Bali,” ujarnya seraya menambahkan, produk-produk yang dipamerkan itu telah dikurasi oleh tim dari ISI Denpasar.

Senada dengan Gubernur, Astawa kembali menegaskan bahwa para peserta pameran tidak membayar apa-apa, alias gratis untuk bisa menjadi peserta.

“Ini sekaligus sebagai ciri bahwa Pemerintah Provinsi Bali mendukung perkembangan dan kemajuan UKM lokal Bali agar industri ini bisa meroket ke depannya,” katanya.

Ia menyebutkan, pameran PKB tahun ini akan diikuti oleh 304 peserta, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 215 peserta.

“Untuk waktunya dari 15 Juni sampai 13 Juli 2019. Dengan kebijakan baru ini kami harapkan bisa meningkatkan kerukunan dan keharmonisan antar pelaku UKM sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi loka Bali’ melalui program pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” tandas Astawa.

Lihat juga...