Dua Hari, BPBD Purbalingga Droping Air di Empat Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga sudah melakukan droping air pada empat desa. Total air yang sudah didistribusikan sebanyak 45.000 liter.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni, mengatakan, memasuki akhir bulan Juni ini, sebagian desa di Kabupaten Purbalingga mulai mengalami kesulitan air bersih. Droping air mulai dilakukan dalam dua hari terakhir.

“Permintaan droping air mulai berdatangan, namun BPBD hanya mampu melayani maksimal dua desa per hari, mengingat jarak tempuh antardesa yang cukup jauh,” kata Muhsoni, Rabu (26/6/2019).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni. Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Muhsoni menjelaskan, desa yang sudah dilakukan droping air bersih antara lain, Desa Panunggalan, Kecamatan Pengadegan, yang didistribusikan dua tangki air bersih.

Kemudian Desa Tamansari, Kecamatan Karangmoncol sebanyak dua tangki, Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong sebanyak tiga tangki dan Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari sebanyak dua tangki. Sehingga total ada sembilan tangki air bersih yang sudah didistribusikan.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Banyumas, desa-desa di wilayah Kabupaten Purbalingga relatif lebih sedikit yang mengalani kesulitan air bersih.

Mengingat sekarang masih pada awal musim kemarau. Meskipun demikian, Muhsoni menegaskan, BPBD Purbalingga selalu siap untuk melakukan droping air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

“Memang untuk kondisi sekarang sudah masuk musim kering, sehingga ada beberapa desa yang meminta bantuan air bersih, baik melalui telepon ataupun surat resmi. Dan kita dari BPBD Purbalingga siap untuk mendistribusikan, karena kebutuhan mendasar air bersih adalah untuk masak,” tuturnya.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga, Heni Rusianti, mengatakan, droping air bersih merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Purbalingga untuk membantu masyarakat yang berada di daerah rawan kekeringan. Ia berharap, droping air bersih ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga.

“Supaya pendistribusian air bersih tepat sasaran dan tepat waktu, bagi desa yang mengajukan permohonan droping air bersih, kepala desa diminta untuk mengumpulkan warga, sehingga seluruh warga bisa menikmati air bersih,” terangnya.

Sementara itu, dalam droping air di Desa Tamansari, Kecamatan Karangmoncol, warga banyak yang berdatangan dengan membawa ember, jerigen besar dan tempat penampungan air lainnya.

Mereka tidak mau melewatkan kesempatan untuk mendapatkan air bersih, mengingat sumur-sumur mereka, debit airnya sudah menurun drastis.

 

Lihat juga...