Empat Desa di Cilacap Krisis Air Bersih

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Awal musim kemarau, sebanyak 4 desa di Kabupaten Cilacap sudah mengalami krisis air bersih. Empat desa tersebut berada pada kecamatan yang berbeda, sumur warga sudah mengering dan air sungai debitnya juga jauh berkurang.

Empat desa yang mengalami krisis air bersih tersebut yaitu, Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut, Desa Binangun Kecamatan Bantarsari, Desa Babakan Kecamatan Kawunganten dan Desa Purwodadi Kecamatan Patimuan. Warga desa harus mengambil air bersih dari sumber air yang letaknya cukup jauh dari pemukiman warga.

Kepala Harian Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidi. -Foto: Hermiana E. Effendi

Kepala Harian Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidi mengatakan, pihaknya sudah mendapat banyak permintaan droping air. Dan untuk empat desa tersebut, sudah dilakukan droping air sebanyak dua tangki, dengan kapasitas per tangki 5.000 liter.

“Empat desa tersebut memang kondisinya paling parah, sumur warga sudah mengering dan sumber air yang berada lumayan jauh dari pemukiman warga, debit airnya juga sudah bekurang, warga harus antre untuk mengambil air,” terangnya, Rabu (19/6/2019).

Lebih lanjut Tri Komara menjelaskan, dari pemetaan BPBD Cilacap, selama musim kemarau ini, diperkirakan ada 65 desa yang tersebar pada 18 kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih. Pemetaan tersebut berdasarkan melihat kondisi wilayah saat ini, serta pengalaman pada musim kemarau tahuh sebelumnya.

“Pada musim kemarau tahun 2018, di Kabupaten Cilcap ada 48 desa yang tersebar pada 17 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Dan melihat kondisi wilayah saat ini, kemungkinan akan bertambah untuk desa yang krisis air bersih, sampai 65 desa,” jelasnya.

Saat musim kemarau tahun lalu, BPBD Cilacap melakukan droping air sampai 512 kali. Dan total anggaran untuk droping air bersih Rp 30 juta. Untuk tahun ini, BPBD Cilacap mengajukan anggaran lebih besar yaitu Rp 60 juta. Meskipun begitu, melihat kondisi di wilayah, Tri Komara memprediksi anggaran tersebut juga masih kurang. Karena itu, BPBD berharap kepada BUMN, perusahaan swasta ataupun organisasi kemasyarakatan untuk ikut membantu pelaksanaan droping air bersih.

“Tahun lalu, anggaran sangat tidak mencukupi dan kita banyak dibantu dari pihak ketiga, bahjkan bantuan dari luar sampai 50 persen dari total pelaksanaan droping air bersih. Dan tahun ini, kita harapkan kepedulian berbahai pihak untuk kembali ikut membantu desa-desa yang kesulitan air bersih,” katanya.

Untuk melakukan droping air bersih, BPBD Cilacap mempunyai tiga unit mobil tangki. Dengan kapasitas masing- masing satu tangki, mencapai 5 ribu liter.

Sedangkan untuk sumber air bersih ini berasal dari sejumlah titik, yang tersebar di tiga wilayah, yakni Cilacap Kota, Cilacap, Timur dan Cilacap Barat.

Lihat juga...