Empat Desa di Pedalaman Kotawaringin Timur Masih Terendam Banjir

Camat Tualan Hulu Rusmanto bersama unsur Forum Pimpinan Kecamatan saat memantau lokasi banjir di empat desa, Senin (10/6/2019). Foto: Antara

SAMPIT — Banjir akibat luapan masih merendam 129 rumah warga yang tersebar di empat desa di Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sehingga membuat sebagian warga harus mengamankan barang berharga mereka agar tidak rusak.

“Kami sudah melakukan pendataan di lapangan bersama unsur Muspika. Saat ini banjir memang masih terjadi,” kata Camat Tualan Hulu Rusmanto dihubungi dari Sampit, Selasa (11/6/2019).

Rusmanto bersama sejumlah pegawai kecamatan, Pelaksana Tugas Kapolsek Parenggean Iptu Supriyono dan anggotanya, anggota Koramil 1015-12 Parenggean Sertu W Winata dan Kepala Desa Tumbang Mujam Muhammad Hendri melakukan pendataan kondisi desa yang terendam banjir.

Empat desa yang terendam banjir yaitu Desa Sebungsu, Tumbang Mujam, Mirah dan Luwuk Sampun. Kedalaman banjir di empat desa tersebut bervariasi antara 40 cm hingga 70 cm. Rumah-rumah yang terendam umumnya berada di dataran rendah dekat sungai sehingga mudah terendam ketika Sungai Tualan Hulu meluap.

Kondisi banjir di Desa Sebungsu merendam 20 rumah dengan ketinggian 60 cm. Rumah tersebut berada di dekat bantaran Sungai Tualan Hulu yang berada di bawah jalan poros desa tersebut.

Banjir di Desa Tumbang Mujam merendam 73 rumah dengan ketinggian air hingga 70 cm. Sebanyak 117 kepala keluarga menjadi terdampak banjir di desa yang dihuni 190 kepala keluarga tersebut.

Selain merendam permukiman, banjir juga merendam jalan poros Desa Tumbang Mujam yang berdekatan dengan bantaran Sungai Tualan Hulu sehingga jalan desa sepanjang kurang lebih 1 km terendam air dan cukup menghambat aktivitas masyarakat.

Sementara itu di Desa Mirah, tidak semua rumah penduduk yang terkena dampak meluapnya Sungai Tualan Hulu karena desa ini sedikit berbukit. Rumah yang terkena banjir sebanyak 30 rumah dengan ketinggian air 40 cm.

Sedangkan di Desa Luwuk Sampun yang struktur tanahnya tergolong dataran tinggi, namun sebagian masyarakat ada yang bertempat tinggal di kampung lama Luwuk Sampun. Masyarakat yang bertempat tinggal di kampung lama inilah yang terkena banjir sebanyak enam rumah dengan ketinggian air 50 cm. “Situasi di lapangan masih aman dan terkendali,” kata Rusmanto.

Data tersebut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai pertimbangan dalam mengambil langkah tanggap darurat, termasuk harapan penyaluran bantuan.

Pemerintah kecamatan dan aparat keamanan juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang terdampak banjir untuk selalu waspada terhadap kemungkinan bertambah parahnya keadaan. Masyarakat harus mengutamakan keselamatan anggota keluarga. [Ant]

Lihat juga...