Empat Guru PAUD di Sumbar Raih Prestasi Nasional

Editor: Koko Triarko

PADANG – Empat guru asal Provinsi Sumatra Barat, meraih prestasi dan mengharumkan daerah Minangkabau di ajang Apresiasi Guru Tenaga Kerja PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi 2019 ke-13 Tingkat Nasional, di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung. 

Kini, sepulang menerima penghargaan, para guru yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat, menemui Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, di kediamannya di Kota Padang. Hal ini bentuk rasa bangga para guru berprestasi, atas dukungan yang diberikan oleh Pemprov Sumatra Barat.

Novia Fatma Sari, S.Pd., yang merupakan guru asal Sumatra Barat, yang berhasil menjadi juara I di Kategori Tutor Kesetaraan, mengatakan, suatu kebanggaan telah mampu menoreh prestasi hingga ke tingkat nasional. Baginya, prestasi yang diterima bentuk dukungan semua pihak, untuk mengharumkan nama Sumatra Barat.

“Awalnya saya sangat grogi, karena semua peserta terlihat hebat semua. Lama-kelamaan saya coba untuk fokus dan tenang, dan akhirnya alhamdulillah semua pertanyaan dapat saya jawab, dan hasilnya memuaskan,” ujarnya, saat bertemu dengan Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, di kediaman gubernur di Padang, Sabtu (29/6/2019) malam.

Ia menyebutkan, dengan kemenangannya tersebut, tidak hanya sebuah motivasi diri untuk lebih baik lagi menjadi tenaga pendidik. Tapi, sekian rangkaian selama tiga bulan yang diikuti, telah turut menambah ilmu.

“Selanjutnya saya akan diberangkatkan ke luar negeri, di sana akan menghabiskan waktu selama 3 bulan. Tentunya, kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan, mudah-mudahan akan bermanfaat bagi pendidikan di Sumatra Barat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat, Adib Alfikri, menyampaikan, para guru yang mewakili provinsi Sumatra Barat merupakan guru-guru terpilih yang akan mengangkat dan memajukan dunia pendidikan di Sumatra Barat. Mereka terpilih sampai ke nasional, juga sebagai bukti bahwa mereka layak mendapatkan penghargaan tersebut.

“Dari 16 orang peserta yang kami kirim, terdapat 4 pemenang, yaitu Novia Fatma Sari, S.Pd., sebagai juara I kategori tutor Kesetaraan, Lusyana Megasari juara II Pengelolaan KB/TPA/SPS, Yuli Kurnia Putri, S.Pd.I juara III tutor Keaksaraan dan Dra. Nova Devista, M.Pd., juara III kategori Kepala SKB,” jelas Adib.

Ia menjelaskan, kegiatan yang diikuti tersebut merupakan wadah bagi guru PAUD dan pendidikan masyarakat dari berbagai daerah, untuk saling bertukar pandangan, ilmu, wawasan, dan juga menjalin silaturahmi dan mengokohkan persatuan dan kesatuan.

Adib mengimbau bagi pemenang agar dapat menyalurkan kembali ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut, sehingga dapat menambahkan pengetahuan dan wawasan bagi guru lainnya. Karena bagi para pemenang juara I, Pemerintah akan mengirimnya ke luar negeri untuk mendapatkan kursus singkat sesuai dengan kompetensinya.

“Bagi guru yang diberangkatkan ke luar negeri, diharapkan dapat memberikan imbas positif kepada PAUD dan pendidikan masyarakat di Sumatra Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, menyampaikan apresiasi dan rasa sangat bangga atas prestasi para guru yang meraih penghargaan pada Apresiasi Guru Tenaga Kerja PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi 2019 ke-13 Tingkat Nasional, di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

“Ini suatu prestasi yang luar biasa, karena guru adalah sebagai ujung tombak pendidikan untuk perkembangan dan kemajuan bangsa,” kata gubernur.

Irwan berharap, keberhasilan tersebut tetap dipertahankan dan terus disempurnakan, dengan hadirnya guru-guru terbaik dan berprestasi dimaksud, dapat memberikan contoh atau teladan bagi seluruh guru di Sumatra Barat.

Sebanyak 445 orang peserta dari 33 provinsi se-Indonesia, Sumatra Barat mengirimkan 16 orang peserta, yang merupakan guru-guru pilihan yang mengangkat nama baik Sumatra Barat.

“Apalagi pemerintah Sumatra Barat, lebih menitikberatkan pada peningkatan sumber daya manusia, untuk itu para guru dan tenaga kependidikan Sumbar, dituntut terus kemajuan pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi yang diperoleh dapat menjadi tolok ukur dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, dengan mengembangkan kemampuan para guru dengan menguasai pengetahuan dan teknologi terkini.

“Jadikan prestasi ini sebuah motivasi, dan jangan sampai tidak paham dengan perkembangannya teknologi. Karena zaman sekarang, guru perlu memahami perkembangan teknologi. Kami tentu mendukung keberangkatan satu orang menuju luar negeri,” terangnya.

Lihat juga...