hut

Festival Mandura, Tradisi Warga Palu Rayakan Lebaran

PALU — Festival Mandura, yang rutin dilaksanakan sejak empat tahun terakhir untuk memeriahkan Idul Fitri di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, diharapkan dapat tetap terlaksana dan dilestarikan meskipun usai bencana yang telah meluluhlantakkan daerah ini pada 28 September 2018 lalu.

“Festival Mandura ini harus dilestarikan agar anak cucu kita tahu apa itu Mandura,” ujar Wali Kota Palu, Hidayat, saat memberikan sambutan di depan warga dan tokoh agama, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Palu dan Sekdaprov Hidayat Lamakarate pada pembukaan Festival Mandura dan Kampung Baru Fair, di Kelurahan Baru, Selasa (11/6) malam.

Menurutnya, Festival Mandura dengan Lebaran Mandura dengan salah satu kegiatannya merupakan tradisi dan ciri khas warga Palu dalam merayakan Lebaran dan tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam

“Tahun depan kawasan Bambaru (Pasar Tua) ini akan kami jadikan pusat pembuatan dan penjualan kerajinan-kerajinan lokal di Kota Palu,” ujarnya pula.

Festival Mandura dan Kampung Baru Fair juga dipastikan akan terus dilaksanakan di kawasan tersebut setiap menyambut Lebaran, meski Palu baru saja dilanda bencana.

Sekdaprov Sulteng Moh Hidayat Lamakarate menyatakan dengan menggelar Festival Mandura dan Kampung Baru Fair menandakan Palu telah bangkit, usai terpuruk akibat bencana yang terjadi sembilan bulan lalu itu.

“Awalnya saya kira Festival Mandura dan Kampung Baru Fair ini sudah tidak ada karena bencana. Tapi pak gubernur disposisikan kepada saya agar menghadiri kegiatan ini. Insyaallah Palu sudah bangkit, dan Sulteng bangkit bukan hanya dalam kata-kata saja,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, ia berharap Festival Mandura dan Kampung Baru Fair tetap dilaksanakan setiap tahun dan mendapat dukungan masyarakat. (Ant)

Lihat juga...