hut

Festival Sindoro-Sumbing, Gairahkan Potensi Produk Lokal

Ilustrasi - Aneka kopi - Foto: Dok CDN

TEMANGGUNG  – Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, berkolaborasi menggelar kegiatan budaya berupa Festival Sindoro Sumbing 2019 dengan tema “Lestari”.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani, di Temanggung, Minggu, mengatakan, Festival Sindoro Sumbing (FSS) baru pertama kali dilaksanakan dan rencananya akan menjadi agenda tahunan.

Ia menjelaskan rangkaian acara Festival Sindoro Sumbing ini merupakan sebuah upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan kreatif dalam bentuk seni pertunjukan.

Ia menyampaikan pelaksana kegiatan ini adalah para generasi muda yang ada di Temanggung dan Wonosobo.

“FSS merupakan sebuah acara kolaboratif antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan swasta. FSS mengangkat kearifan lokal dan konsep seni pertunjukan yang ramah lingkungan untuk menuju kelestarian. Lestari alamnya, lestari budayanya, dan lestari masyarakatnya,” katanya.

Ia menyebutkan rangkaian kegiatan FSS diawali dengan panggung jaranan pada 9 Juni 2019 di Alun-alun Temanggung.

Panggung jaranan merupakan lomba kesenian jaran kepang tingkat Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti 18 kelompok kesenian jaran kepang yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu juga akan ada penampilan bintang tamu jaran kepang Temanggung.

Kemudian pada 16 Juni 2019 digelar “Ngopi di Pasar Papringan Ngadiprono”, di mana acara ini akan berisi penjualan kopi dan kuliner lokal. Selain itu juga akan dilaksanakan sarasehan dan pameran tentang kopi.

Ngopi di Papringan menjadi sebuah upaya mengangkat citra kopi dan kuliner lokal di kancah nasional dan internasional. Selain itu, acara ini juga sebagai upaya apresiasi kepada para pegiat kopi yang telah berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kemudian sarasehan budaya pada 25 Juni 2019 di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Sarasehan ini menggali konsep pelestarian dan pengembangan jaran kepang sebagai identitas kebudayaan daerah yang dapat memberikan dampak sosial ekonomi masyarakat.

Pada 26-27 Juni 2019 digelar loka karya kostum jaran kepang di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo dengan menghadirkan pembicara perancang busana, antropolog, dan pakar pemasaran.

Lalu ada “Jifolk”,  sebuah acara pertunjukan foklor tingkat internasional dengan konsep kelestarian, kearifan lokal, dan kolaborasi digelar pada 12-14 Juli 2019 di Alun-Alun Temanggung.

Pengisi acara yang akan berpartisipasi di antaranya Tari Barong (Blora), Lengger (Banyumas), Kethek Ogleng (Wonogiri), Sasando (Flores), Kecak (Bali), Rampak Kendang (Jawa Barat), dan Asean Contemporary Dance (Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Filiphina, Singapura, Thailand, dan Vietnam).

Pada 19-20 Juli 2019 digelar sendratari Sindoro Sumbing di Lapangan Kledung, Temanggung. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kabupaten Temanggung dan Wonosobo yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Sindoro Sumbing.

Selain sejumlah kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Temanggung, juga akan dilaksanakan sejumlah acara di Wonosobo, yaitu Java Balloon Attraction (15 Juni 2019) di Lapangan Pagerejo, Bedhol Kedaton (23 Juli 2019), Birat Sengkala dan Parade Tapa Bisu (23 Juli 2019), Pisowanan Agung dan Kenduri 1.000 Tenong (24 Juli 2019), Ruwat Cukur Rambut Gembel dan pentas kolosal Topeng Lengger (27 Juli 2019) di Alun-Alun Wonosobo. (Ant)

Lihat juga...