hut

Frank Lampard Digadang Jadi Bos Baru Chelsea

Editor: Makmun Hidayat

Frank Lampard segera ditetapkan jadi bos baru Chelsea. -Foto: dcfc.co.uk

LONDON — Rumor kembalinya Frank Lampard ke Stamford Bridge kian santer terdengar. Legenda The Blues digadang sebagai bos anyar Chelsea menggantikan Maurizio Sarri yang hengkang untuk bergabung dengan Juventus.

Laman Mirror melansir kabar bahwa Chelsea bakal memastikan status Lampard sebagai manajer anyar Si Biru dalam dua hari ke depan. Saat ini Lampard masih berstatus sebagai pelatih Derby County. Ia sukses mengantar skuad asuhannya ke final Sky Bet Championship namun kalah dari Aston Villa di partai puncak.

Laporan talkSport menyebut bahwa kesepakatan untuk memboyong Lampard kembali ke London, sudah sangat dekat. Saat resmi menjadi bos di Stamford Bridge, pelatih berusia 41 tahun itu sekaligus memboyong beberapa staf pelatih di Derby County termasuk asisten manajer Jody Moris yang juga mantan gelandang Chelsea.

Bagi Lampard, Chelsea tentu bukan klub baru. ia mengukir karir gemilangnya sebagai pesepakbola professional bersama The Blues. Bahkan sebelum menukangi Derby County, Lampard sempat menjadi pelatih akademi Chelsea.

Kehadiran Morris bersama Lampard diharapkan dapat membantu membuka peluang agar pemain muda The Blues punya kesempatan lebih besar untuk bermain di tim utama pada musim depan. Hal itu sekaligus untuk menyiasati larangan transfer yang dijatuhkan untuk Chelsea.

Keduanya sudah mulai mengasah talenta muda Chelsea di Derby County. Dua pemain muda The Blues, Fikayo Tomori dan Mason Mount, adalah dua pemain yang dipinjamkan ke the Rams, julukan Derby Dounty.

Untuk mendapatkan Lampard, Chelsea harus membayar kompensasi kepada klub Championship itu sebesar empat juta pound. Kabarnya, Lampard bakal menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Stamford Bridge.

Petinggi klub dikabarkan ingin agar Lampard membuat Chelsea kembali menerapkan gaya permainan menyerang pada musim depan. Strategi itu untuk mengembalikan kepercayaan diri pendukung setia The Blues yang sempat dibuat frustrasi oleh Maurizio Sarri.

Sarri yang datang menggantikan Antonio Conte lebih senang menerapkan taktik yang menekankan pada penguasaan bola. Padahal strategi khas klub Italia itu tidak cukup menyenangkan bagi pendukung si Biru.

Lihat juga...