Gatot Nurmantyo: Purnawirawan Harus Bangkit

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Silaturahmi halal bihalal  merupakam momentum para purnawirawan TNI-Polri untuk bersatu dan menyatu dengan rakyat sebagai Bhayangkara negara, stabilisator, dan dinamisator di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada halal bihalal purnawirawan TNI-Polri di pelataran Masjid Agung At Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (26/6/2019).

Gatot juga memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah mengizinkan pertemuan ini terjadi dalam suasana hati yang fitri, setelah sebulan menjalani ibadah puasa.

“Allah SWT punya rahasia dan rencana yang indah, kita dipertemukan dalam silaturahmi halal bihalal ini. Selamat hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, semoga ibadah kita mendapat berkah,” ujar Gatot.

Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto menghadiri halal bihalal purnawirawan TNI-Polri di pelataran Masjid Agung At Tin TMII, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Foto: Sri Sugiarti.

Terkhusus kepada Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto, yang hadir pada acara ini, Gatot pun berterima kasih karena telah mengizinkan silaturahmi para purnawirawan terjalin.

“Mbak Titiek dan Mbak Mamiek, terima kasih telah izinkan kami merajut silaturahmi di Masjid Agung At Tin yang megah ini,” kata Gatot.

Karena sedianya menurut dia, silaturahmi ini akan diadakan di Sentul, tapi tiba-tiba dibatalkan. Lalu berpindah ke Tangerang juga tidak diperbolehkan. Tapi Allah SWT punya rencana yang indah hingga silaturahmi terlaksana di Masjid Agung At Tin.

Dalam sambutannya, Gatot mengingatkan sebagai prajurit dalam bertugas harus setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta teguh menjaga persatuan dan kesatuan.

Purnawirawan TNI-Polri halal bihalal di pelataran Masjid Agung At Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (25/6/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Kita harus menjaga Pancasila agar tetap hidup di NKRI dengan rangkanya.  Karena dalam situasi sekarang ini, bangkit, berubah atau negara kita punah,” tukasnya.

Menurutnya, Pancasila adalah sumber dari segala hukum. Tanpa Pancasila, tidak mungkin bhineka tunggal ika  bisa dipertahankan. Apalagi situasi sekarang ini, telah terjadi pertarungan kepentingan yang menimbulkan friksi dan gesekan yang dapat mengancam ikatan kesatuan sebagai bangsa.

“Aceh mengancam, tempat lain juga mengancam. Dalam kondisi seperti ini hendaknya masalah politik diselesaikan secara politik, bukan berdasarkan pendekatan hukum sehingga tidak menyebabkan situasi seperti ini,” tukasnya.

Gatot berharap tantangan ke depan semoga bisa diatasi dengan adanya kepercayaan masyarakat (public trust). Salah satunya jelas dia, dengan cara check and balance, sehingga masyarakat merasa yakin dan bersabar tidak perlu ada perpecahan.

Menurutnya, purnawirawan harus mengawal perjalanan bangsa yang berdasarkan Pancasila. Karena kewaspadaan adalah harga sebuah kemerdekaan.

“Kita sebagai bangsa jangan sampai lengah dan acuh. Karena invasi sekarang tidak dilakukan secara terang-terangan. Tetapi secara diam-diam, dan tanpa kita waspada, maka yang kita pertaruhkan adalah kemerdekaan.

Purnawirawan harus bangkit atau bangsa ini akan punah. Kalau kita bangkit, mari kita beri contoh kepada yunior-yunior kita untuk bersatu, bergandengan tangan dan berada di tengah masyarakat. Jangan sampai bangsa ini terpecah belah,” tegasnya.

Gatot memohon semoga Allah SWT selalu membimbing rakyat Indonesia, dan meridai perjalanan purnawirawan untuk melanjutkan perjuangan demi keutuhan NKRI yang sangat dicintai bersama.

Lihat juga...