Gelombang Tinggi, Wisatawan di Pantai Diharap Waspada

Editor: Mahadeva

KEBUMEN – Gelombang di pantai selatan Kabupaten Kebumen dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Hal itu, mendorong jajaran Polres Kebumen untuk intens menggelar patroli di kawasan pantai ramai pengunjung.

Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Wisatawan diimbau untuk waspada, mengingat gempa yang terjadi dua hari lalu di Cilacap, dampaknya terasa hingga pada beberapa pantai di wilayah Kebumen.

Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede, mengatakan, sejauh ini wilayah pantai di Kebumen masih relatif aman. Namun, wisatawan harus lebih waspada dan diharapkan tidak mandi di laut.

Akibat gelombang tinggi, beberapa warung yang ada di tepi pantai saat ini sudah ada yang tergenang. “Berwisata di laut boleh saja, karena memang wisata pantai masih dibuka, tetapi sebaiknya berhati-hati dan jika bersama anak-anak, diharapkan anak-anak tidak sampai lepas dari pengawasan orang tua,” terang Kapolres, Selasa (11/6/2019).

Berdasarkan laporan, gelombang tinggi terjadi di sepanjang garis pantai di wilayah Kabupaten Kebumen sejak beberap hari terakhir. Sudah ada 20 warung di tepi Pantai Suwuk yang tergenang air laut. Selain itu, di Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, juga terjadi gelompang pasang dengan ketinggian antara lima hingga tujuh meter.

Air laut telah merambah wilayah daratan hingga sejauh 20 hingga 50 meter. Hal serupa juga terjadi di Pantai Ambal, Kecamatan Ambal, sebanyak 30 warung di tepi pantai terkena dampak gelombang pasang. Air laut membanjiri warung-warung tersebut.

Sementara di Pantai Ceriwik, Kecamatan Puring, air laut telah merambah wilayah daratan hingga sejauh 50 meter. Hal tersebut dibarengi dengan gelombang setinggi lima hingga tujuh meter. Dampaknya, sekira 20 warung bambu mengalami kerusakan. “Di Kabupaten Kebumen banyak sekali pantai dan kejadian gelombang tinggi ini terjadi hampir menyeluruh di semua pantai,” kata AKBP Robertho Pardede.

Lihat juga...