Gubernur DKI Janjikan Mudik Gratis Tahun Depan Lebih Baik

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan melanjutkan dan memperluas cakupan dari Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta, agar makin memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta yang ingin pulang ke kampung halaman pada momen Lebaran.

“Insyaallah tahun depan kita akan teruskan. Kita berharap nantinya kita bisa perluas, sehingga lebih banyak lagi yang bisa memanfaatkan,” ucap Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Anies berjanji, program ini akan menjadi program tahunan. Orang nomor satu di DKI itu mengklaim, program mudik gratis yang baru pertama kali digelar ini sukses dan sangat membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Hari Raya Idulfitri.

“Pengalaman mudik yang kemarin, ibu bapak bisa ceritakan kepada yang lain. Insyaallah tahun depan kita akan teruskan,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan, bahwa seluruh peserta mudik gratis merasa bersyukur, karena dapat menghemat biaya mudik. Seperti ada peserta mudik yang pulang ke Jombang, Jawa Timur, yang biasanya mudik menghabiskan biaya Rp700.000 per orang, maka untuk enam anggota keluarganya, dia harus menyiapkan ongkos mudik sekitar Rp4,2 juta.

“Tetapi dengan program ini, mereka berenam gratis semua. Maka penghematannya cukup lumayan,” ujar Anies.

Karena itu, Anies ingin program ini diperluas, tidak hanya ke 10 kota atau kabupaten saja. Juga jumlah pesertanya dapat ditingkatkan.

“Sekaligus kualitas pelayanannya kita tingkatkan. Harapannya, nanti feedback makin banyak dan ke depan pelayanan jadi lebih baik. Supaya pelayanan mudik bersama yang diselenggarakan berbagai pihak bisa punya pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Anies menerima sejumlah kritik yang membangun maupun saran dalam penyelenggaraan Mudik Gratis 2019, agar kegiatan yang sama di tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik lagi.

Beberapa masukan yang dicatat, antara lain penyediaan makanan ringan dan takjil untuk buka puasa, kaos program Mudik Gratis, juga disediakan toilet di dalam bus.

“Kita bisa sama-sama nantinya menyiapkan fasilitasnya, bapak ibu juga daftar dan ikuti prosesnya. Nanti kabari juga proses pendaftarannya bagaimana, apakah perlu perbaikan, apakah nanti ada kendala? Pokoknya semua hal yang kira-kita kita bisa perbaiki, Ibu dan Bapak kabari kami. Biar mudiknya nanti bisa lebih nyaman,” ujarnya.

Anies menerima 43 warga yang merupakan perwakilan dari peserta Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2019 di Balai Kota DKI. Anies berbincang dengan peserta mudik terkait pengalaman mudik menuju kampung halaman.

Kemudian dia berbincang dengan salah satu peserta mudik yang menuju ke Solo, Tukimin, yang menceritakan selama tiga tahun terakhir belum berkesempatan untuk melakukan perjalanan mudik.

Dia mendapatkan informasi Program Mudik Gratis dari Pemprov DKI Jakarta dan merasa terlayani dengan baik sejak keberangkatan hingga sampai ke kampung halaman.

“Belum pernah ikut mudik sama sekali. Sekeluarga masing-masing bawa baju dua-dua. Ternyata di Monas pelayanan prima, tidak seperti yang dibayangkan seperti di terminal-terminal yang lain. Ada petunjuknya dari petugas dan dipermudah. Kita tidak dipungut biaya, duit yang seharusnya buat ongkos bisa dipakai buat berbagi untuk sanak saudara,” ujar Tukimin.

Sementara seorang warga lainnya, mengaku puas dengan perjalanan ke kampung halaman dengan adanya program mudik gratis. Sebab, selain bisa menghemat biaya, tata cara pendaftaran program tersebut pun cukup mudah.

“Kami perwakilan dari Tegal, alhamdulilah bagus gak kurang suatu apa pun. Bersyukur bisa tahu program ini. Semoga tahun depan ada lagi,” kata Viken, salah saorang warga yang disambut Anies.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi kegiatan mudik gratis bagi warga Jakarta dengan mengerahkan 594 armada bus yang terdiri atas 372 armada bus saat mudik dan 222 armada bus saat balik.

Setiap armada bus memiliki kapasitas maksimal 54 orang yang kemudian akan mengantar penumpang ke 10 kota tujuan, yaitu Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

Total anggaran untuk Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp14 miliar, yang diperuntukkan bagi penyewaan bus dua kali perjalanan, penyewaan 62 truk pengangkut motor peserta mudik, pembayaran pajak, sistem pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara.

Lihat juga...