hut

Gubernur tak Melarang Warga dari Luar Adu Nasib di Jakarta

Editor: Koko Triarko

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat acara halalbihalal di Balai Kota DKI bersama pegawai Pemprov DKI, di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/6/2019). –Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan tidak melarang pendatang baru dari luar untuk mengadu nasib di Jakarta. Saat arus balik Lebaran, pendatang baru selalu ada. Anies tidak mempersoalkannya dan menganggap pendatang bukan hal baru untuk Jakarta.

“Nanti kita lihat saja. Jakarta sudah sekian tahun mengalami Lebaran, tiap tahun alami mudik, tiap tahun alami arus balik,” ucap Anies, di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Anies mengatakan, fenomena urbanisasi ini tak perlu dijadikan polemik, karena prinsipnya setiap orang baru itu harus melaporkan diri pada Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat.

Dia menanggapi santai terkait prediksi 71.000 pendatang baru yang masuk ke Jakarta pascaperayaan Hari Raya Idul Fitri 2019.

“Kalau warga pendatang baru kan wajib lapor 1 × 24 jam, jika pindah domisili pun harus melapor pada RT dan RW. Prosesnya harus seperti itu,” ungkapnya.

Anies mengatakan, dalam menyikapi pendatang baru di Jakarta, pihaknya tidak melakukan operasi di terminal-terminal dan stasiun-stasiun di Jakarta, melainkan memberi pelayanan bagi yang membutuhkan.

“(Prosesnya) biasa, kan kalau warga datang harus melapor pada RT dan RW. Kemudian kalau tinggal lebih dari 24 jam harus lapor. Prosesnya harus seperti itu saja,” katanya.

Anies tidak risau dengan adanya pendatang baru yang mungkin berakibat meningkatnya permukiman kumuh di Jakarta. Baginya, masalah itu bisa selesai dengan pertumbuhan ekonomi yang baik.

“Yang penting adalah lapangan pekerjaan. Jadi kita mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka akan mendapat pekerjaan yang baik. Dengan mendapatkan pekerjaan yang baik, otomatis tempat tinggal pun akan lebih baik,” kata Anies.

Anies mengklaim, pertumbuhan ekonomi Jakarta berada di atas rata-rata, sehingga pihaknya akan terus mendorong kemudahan izin usaha serta memfasilitasi beragam kebutuhan investasi, agar perekonomian ibu kota terus tumbuh.

Menurut Anies, pertumbuhan ekonomi yang baik akan mendorong banyaknya investasi dan lapangan pekerjaan.

“Jadi, dorongan kita adalah pada pertumbuhan ekonomi dan alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi di Jakarta itu di atas rata-rata nasional, dan kita akan terus mendorong dengan kemudahan izin berusaha,” ujar Anies.

Meski demikian, orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta beberapa waktu lalu berharap, para pendatang tidak bergantung pada Jakarta saja untuk mengadu nasib.

Sebab, menurutnya, saat ini pemerintah sudah masif melakukan pembangunan di berbagai daerah untuk pemerataan ekonomi.

“Kami berharap, dengan ada pembangunan di banyak wilayah di Indonesia, maka lapangan pekerjaan pun tersedia di banyak tempat. Kalau dulu lapangan pekerjaan memang terkonsentrasi di DKI, sekarang ada banyak tempat lapangan kerja, jadi kami berharap itu akan terjadi,” jelas Anies.

Sebelumnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menuturkan pada 2019 ini, diprediksi sekitar 71 ribu pendatang baru akan masuk ke Ibu Kota pada arus balik Lebaran tahun ini. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Anies mengatakan, tahun lalu angka pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota setelah Lebaran mencapai 69 ribu orang, namun tahun ini urbanisasi itu diprediksi akan meningkat.

“Tahun lalu jumlah pemudik 5.865.000 orang, kemudian arus baliknya 5.934.000, selisihnya 69 ribu, tapi angka selisihnya itu dari tahun ke tahun tidak beda banyak. Kalau proyeksi kira-kira sekitar 71 ribu, dibandingkan tahun lalu, 69 ribu,” kata Anies.

Lihat juga...