hut

Hadapi Kemarau, BNPB Imbau Antisipasi Karhutla

Editor: Mahadeva

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo – Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Kemarau, dengan curah hujan rendah di beberapa wilayah, diprediksi akan terjadi pada Juli hingga Oktober 2019. Untuk itu Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan, upaya pencegahan terhadap potensi bahaya Kebakaran Hutan Dan Lahan (karhutla).

“Upaya pencegahan merupakan cara terbaik dan sangat penting untuk dilakukan, karena upaya ini relatif lebih mudah dan murah, dibandingkan jika kita melakukan penanggulangan kebakaran yang sudah terjadi,” ujar Kepala BNPB, Doni Monardo, di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (14/6/2019) saat rapat Koordinasi Antisipasi Kahutla.

Dalam konteks pencegahan, kerja sama dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan sejak dini. Pelibatan satuan tugas gabungan, baik dari pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha, dalam rangka mencegah dan penanggulangan karhutla sangat dibutuhkan.

Hal itu, menjadi alternatif penguatan untuk menambah efektivitas upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karhutla.  “Saya mengharapkan terwujudnya kesamaan persepsi semua pihak terkait, khususnya di Provinsi Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat dalam rangka penerimaan Satgas Gabungan Karhutla TNI,” tandasnya.

Oleh karena itu, Doni menyebut, BNPB akan memberikan pembekalan kepada tiga provinsi yang paling berisiko. Melalui pembekalan, sinergitas dan kerja sama yang dipersiapkan sejak awal, dapat memberikan pemahaman yang sama terhadap kesiapsiagaan dan pencegahan ancaman karhutla.

“Dengan adanya pembekalan, integritas dan kerja sama yang dipersiapkan sejak dini akan mengurangi resiko. Disamping pentingnya pemahaman yang sama terhadap pencegahan untuk menghadapi ancaman karhutla,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG), kondisi El Nino lemah diprediksi bertahan sepanjang 2019. Namun demikian, dampak fenomena alam ini di musim kemarau perlu diwaspadai di daerah. Dimana puncak musim kemarau 2019 diprakirakan umumnya terjadi pada Agustus 2019.

“Menghadapai periode musim kemarau 2019 perlu diwaspadai wilayah-wilayah yang rentan kekeringan meteorologis seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara dan yang rentan Karhutla seperti Riau, Palembang, Jambi serta sebagian besar Kalimantan,” kata Herizal perwakoilan BMKG dalam pertemuan tersebut.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com