Halal Bihalal PT Granadi, Mempererat Silaturahmi Mewujudkan Keharmonisan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Meskipun hikmah Ramadan tahun ini diselimuti keprihatinan dampak  Pemilihan Presiden (Pilpres) tapi Ramadan tetap menjadi pemompa semangat umat Islam untuk lebih rajin beribadah.

“Hikmah Ramadan 1 Syawal 1440 Hijriah, kita laksanakan dengan suasana prihatin dampak dari Pilpres. Tapi kita bersyukur ke hadirat Allah SWT atas nikmatnya. Betapa rendahnya kita di hadapan Allah SWT,” kata Direktur Keuangan Granadi, Edi Nurcahyo, saat melantunkan doa pada halal bihalal PT Granadi dan Segenap Yayasan HM Soeharto di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dalam doanya, Edi berharap kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa agar keluarga besar Granadi dan segenap yayasan HM Soeharto, senantiasa mempererat silaturahmi mewujudkan keharmonisan.

“Ya Allah, yang Maha Mengetahui bukalah hati kami untuk dapat saling memaafkan lahir dan batin menyongsong perjalanan usaha kami di gedung Granadi ini dalam bulan-bulan mendatang,” ujarnya.

Edi pun memohon Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan almarhum Presiden Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto, yang telah memimpin rakyat Indonesia selama lebih dari 30 tahun.

Menurutnya, Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto adalah pemrakarsa pembangunan Granadi dengan menggunakan nama proyek gedung perkantoran yayasan yang dibangun tahun 1989, dan selesai tahun 1990.

Dalam doanya pula, dia memohon Allah SWT, Tuhan yang Maha Perkasa dan bijaksana untuk menganugerahi pengelola gedung Granadi kemampuan dan ketakwaan.

“Ya Allah SWT, anugerahi kami ketakwaan dalam iman lahir dan batin untuk mengelola sesuai dengan amanah pemrakarsa, yaitu Pak Harto dan Ibu Tien, agar gedung ini tetap baik dan layak huni. Sehingga para tenant jadi nyaman dan berhasil di dalam menjalankan usaha,” ungkap Edi.

Terlebih lagi, kata dia, tanamkanlah dalam hati pengelola gedung ini dan para tenant rasa untuk memiliki gedung dalam ikatan silaturahmi yang tulus.

Edi juga memohon agar Allah SWT, pemilik kekuasaan atas alam dan isinya menunjukkan kepada pengelola gedung, para tenant dan juga segenap yayasan lainnya, yakni yang benar adalah benar, dan yang salah itu salah.

Sebagai manusia yang tidak sempurna, dimohonkan pengampunan atas dosa dan khilaf yang telah dilakukan. “Ya Allah SWT, terimalah tobat kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah,” ucapnya.

Dalam doanya pula, Edi memohon kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa untuk dikaruniakan pada rakyat dan bangsa Indonesia yaitu semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Lihat juga...