Haryono Suyono: Ibu Tien Soeharto, Gegap Gempita Bangun TMII

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Mantan Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Haryono Suyono, menilai, Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto dengan ide cemerlangnya berpikir jauh ke depan dalam membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Ibu Tien Soeharto dengan gegap gempita melaksanakan pembangunan TMII ini dengan pikiran jauh ke depan. Jadi, Beliau itu pantas diacungi jempol berani mengadakan gerakan-gerakan untuk anak cucu. Itu kebutuhan bukan setahun dua tahun, tetapi sangat jauh ke depan,” kata Haryono kepada Cendana News, Rabu (19/6/2019).

TMII menurutnya, kini sudah berkembang pesat dengan menampilkan kelebihan-kelebihan daerah dari seluruh Indonesia. Ini akan menyebarluaskan arti TMII yang dicita-citakan oleh Ibu Tien Soeharto. Yaitu, pelestarian dan mengembangkan khazanah budaya bangsa.

Karena lanjut dia, dengan adanya penyebaran seni budaya daerah yang selalu disajikan menjadikan TMII tambah maju dan lebih baik lagi hingga akhirnya, Indonesia bisa menjadi tontonan dunia internasional.

“Sesuai dengan bhineka tunggal ika, maka budaya bangsa ini maju pesat. Ibu Tien Soeharto melihat sangat jauh ke depan, dan andaikan tidak ada TMII barangkali pengembangan budaya bangsa tidak secepat sekarang ini,” ujar mantan menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat tersebut.

Bahkan dengan adanya gerakan politik Pemilihan Umum (Pemilu), menurut Haryono, TMII menjadi contoh, bahwa kebhinekaan tunggal ika bisa dilakukan dengan penuh kedamaian dan kesejukan.

“Ini contoh pengembangan budaya. Itu adalah budaya yang menyejukkan.  Itu bisa dilaksanakan di TMII berkat ide cemerlang Ibu Tien Soeharto,” ungkapnya.

Haryono mengaku dirinya menjadi pendukung pembangunan TMII, dan selalu mengikuti perkembangannya.

Bahkan, saat dirinya masih menjabat Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sering mengajak akseptor KB dari seluruh Indonesia berkunjung ke TMII.

“Tiap ada acara akseptor KB yang datang ke Jakarta, selalu saya ajak ke TMII, memperkenalkan budaya bangsa,” ujar pria kelahiran 81 tahun tersebut.

Para akseptor KB tersebut bisa melihat ragam seni budaya dari seluruh Indonesia. “Mereka sebagai anak bangsa bisa menjadikan TMII sebagai refleksi kebanggaan suatu bangsa,” pungkasnya.

Lihat juga...