Hujan Lebat Masih Berpotensi Guyur Sulteng

PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Goefisikan (BMKG) mengingatkan masyarakat di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk tetap waspada, karena beberapa wilayahnya masih berpotensi besar diguyur hujan lebat yang dapat menimbulkan bencana alam banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Bartholomeus Tandigala, mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG, beberapa pekan ke depan ini cuaca ekstrem berpeluang besar melanda sejumlah wilayah, sehingga perlu diantisipasi masyarakat.

Sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, tambah dia, dilanda bencana alam banjir dan tanah longsor. Dua bencana alam besar yang terjadi di Sulawesi Tengah yang diakibatkan cuaca ekstrem adalah banjir bandang di Kabupaten Sigi dan di Morowali.

Kedua daerah di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut diporak-porandakan banjir bandang, yang mengakibatkan kerugian material cukup besar dan menelan korban jiwa.

Berdasarkan data BPBD Sulawesi Tengah, selama 2018 bencana alam yang menonjol di provinsi ini adalah gempabumi. Sementara selama semester II pada 2019, bencana alam yang menonjol di Provinsi Sulawesi Tengah adalah banjir bandang dan tanah longsor.

Baik gempa bumi maupun banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, telah menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

Selain itu, juga telah menghancurkan berbagai sarana vital, termasuk infranstruktur seperti prasana jalan, jembatan, irigasi dan areal pertanian dan perkebunan milik masyarakat di beberapa daerah.

Terakhir, banjir bandang melanda puluhan desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Morowali. Bahkan, ada empat jembatan yang diterjang banjir dan sempat melumpuhkan transportasi darat dari dan ke daerah itu.

Ribuan jiwa terpaksa mengungsi, karena banjir bandang yang diakibatkan curah hujan meningkat.

Hingga saat ini, kata Bartholomeus, berbagai bantuan untuk meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana alam di daerah tersebut, terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, BUMN, dan lembaga-lembaga kemanusiaan yang peduli bencana alam, baik dari dalam maupun luar wilayah Sulawesi Tengah.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga telah menyalurkan bantuan logistik, yang terdiri atas tenda, selimut, matras dan lainnya ke lokasi banjir di Kabupaten Morowali.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti berapa besar kerugian yang diakibatkan bencana alam banjir bandang di kabupaten penghasil tambang di Sulteng itu. (Ant)

Lihat juga...