hut

Idul Fitri Momentum Pererat Silaturahmi

Editor: Mahadeva

Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Budaya TMII, Putu Supadma Rudana. Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, diharapkan bisa menjadi momentum bangkitnya masyarakat. Mengingat 2019 adakah tahun politik, yang memunculkan banyak perbedaan.

Sementara, kompetisi yang terjadi di tahun politik berpotensi menimbulkan gesekan antar masyarakat. “Tapi ke depan, dengan momentum Idul Fitri yang suci dan mulia ini, mari kita bersama gaungkan komitmen kebersamaan, sesuai dengan esensi semangat TMII yang di bangun dan digagas oleh Ibu Tien Soeharto dan Presiden Soeharto, yaitu untuk membangun kebersamaan dalam kebhinekaan,” kata Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Putu Supadma Rudana, kepada Cendana News, Jumat (7/6/2019).

Idul Fitri menjadi momentum yang tepat, untuk saling bahu membahu membangun bangsa yang besar. Dan hal itu akan menjadi inspirasi bagi bangsa lain. Almarhum Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, disebutnya, setiap kali Idul Fitri, selalu membangun tradisi halal bihalal. Hal itu, sebagai wujud kebersamaan, baik dengan saudara muslim maupun juga umat beragama lain.

“Ini adalah tradisi budaya bangsa yang  memang kita terus lestarikan demi kemajuan bangsa dan negara,” tandasnya.

Menurutnya, kita sebagai anak bangsa harus sangat mengapresiasi jasa-jasa yang telah dipersembahkan oleh Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, kepada bangsa dan negara. Tugas generasi muda, untuk  berkontribusi demi kemajuan bangsa. TMII adalah wahana pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa, sesuai yang diamanahkan oleh almarhumah Ibu Tien Soeharto.

“Kami juga tentu yang lebih muda ini selalu ingin bersama untuk membangun bangsa. Dengan tetap menghormati pendahulu dan juga bersinergi dengan semua pihak untuk membangun bangsa ini jadi bangsa yang besar,” pungkasnya.

Lihat juga...