hut

Ikan Laut Minim, Pedagang Jajakan Ikan Tambak

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pasokan ikan laut di Pesisir Lampung Selatan saat ini sedang minim. Pedagang ikan saat ini memilih menjual ikan hasil tambak dan ikan tawar.

Maman, salah satu pedagang ikan keliling, mengaku pada kondisi normal bisa menjual lebih dari 10 jenis ikan laut. Namun, dalam sepekan terakhir ia mulai kesulitan mendapatkan pasokan ikan seperti tengkurungan, layang, tongkol, kuniran, lapeh, simba dan cumi-cumi.

Sementara untuk ikan tambak, yang dijual meliputi ikan kakap putih, ikan bawal, ikan bandeng serta kepiting dan udang vaname. Kemjudian ada ikan air tawar seperti lele, nila dan mujahir.

Pasokan ikan laut diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom Kalianda. “Sejak pasokan ikan laut berkurang saya masih bisa menjual ikan air tawar agar pelanggan masih tetap bisa mengonsumsi ikan,” terang Maman kepada Cendana News, Kamis (20/6/2019).

Ikan tengkurungan dan bandeng yang dijual dengan stok terbatas akibat bulan purnama – Foto Henk Widi

Imbas minimnya pasokan ikan laut, menjadikan harga jual naik. Ikan layang yang semula hanya Rp23.000 naik menjadi Rp25.000 per-kilogram. Ikan tengkurungan sebelumnya Rp20.000 naik menjadi Rp23.000, tongkol naik menjadi Rp27.000, ikan kurisi naik menjadi Rp24.000 per-kilogram.

Sementara untuk ikan tambak, bandeng dijual Rp25.000, Mujahir Rp20.000, udang vaname Rp35.000, ikan bawal Rp23.000 per-kilogram. Ikan air tawar, seperti nila dijual Rp20.000, ikan mas Rp35.000 dan ikan gurame Rp45.000 per-kilogram.

Maman menyebut, saat bulan purnama berganti bulan mati, Dia memastikan harga ikan akan kembali normal. Saat bulan mati, proses pencarian ikan laut akan lebih mudah dilakukan nelayan. Selama bulan purnama berlangung sebagian nelayan pesisir Lamsel memilih beristirahat.

Yatin, salah satu pembeli ikan menyebut, saat bulan purnama ikan yang dijual jumlahnya lebih sedikit. Beruntung Dia masih bisa membeli udang vaname dan ikan bandeng untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Lihat juga...