hut

Inilah Juara Lomba Lagu Cinta Tanah Air dan Daerah di TMII 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Matthew Mashandro Elltan, berhasil meraih juara pertama pada lomba lagu Cinta Tanah Air dan Daerah yang digelar Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Penampilan dan suara khas peserta asal Semarang, Jawa Tengah, ini sukses membius juri dan penonton. 

Dalam alunan lagu Nyiur Hijau dan Bungong Jeumpa, Metthew berhasil mengalahkan 19 nominasi peserta lomba pada babak final.  Ada pun jumlah peserta keseluruhan sebanyak 39 orang dari berbagai sanggar. Dari peserta tersebut, dipilih 20 orang terbaik untuk maju ke babak final.

“Penampilan di babak final, kami apresiasi semua peserta sangat luar biasa. Tapi kami harus memilih 6 dari 20 terbaik, dan Matthew adalah juara pertamanya,” kata Rudi Hernanda, salah satu juri saat membacakan pemenang lomba lagu Cinta Tanah Air dan Daerah di Desa Seni TMII, Jakarta, Minggu (30/6/2019) sore.

Rudi mengaku sangat sulit menentukan juara, karena secara umum ke 20 orang ini teknik vokalnya bagus. Tapi bagaimana hatinya dia saat tampil bisa memuaskan penonton.

Para juri, Mohammad Charles (batik), Ertis Manikan Yulia (batik biru) dan Rudi Hernanda (kemeja pink) saat membacakan pemenang lomba lagu Cinta Tanah Air dan Daerah yang digelar TMII di Desa Seni TMII, Jakarta, Minggu (30/6/2019) sore. -Foto: Sri Sugiarti

“Ada beberapa anak, tapi teknik vokal yang dimiliki tidak lagi seperti anak-anak. Sehingga, kita lihat sulit sekali untuk masuk dalam kelompok itu,” ujarnya.

Selain itu, sebutnya, mereka harus  memahami makna dari lagunya. Yakni, lagu itu bercerita tentang apa, kemudian teknis vokal disesuaikan dengan daerahnya.

“Kalau bahasa awamnya itu boleh improvisasi, tapi jangan lupa pulang. Jadi improvisasi tapi kembalinya tidak ke akar tone itu. Jadi mau tidak mau, kita  harus memilih keenam itu, meskipun ke 20-nya bagus,” tandasnya.

Mohammad Charles, salah satu juri mengatakan, kesederhanaan dari sebuah lagu justru akan indah jika ditampilkan apa adanya. “Jadi bukan mululu teknik vokal yang membahana, tapi keindahan lagu justru muncul dari kesederhanaan yang disampaikan,” paparnya.

Sehingga, hal ini menurutnya sangat penting untuk diperhatikan. Karena tidak selamanya lagu itu harus keras dari pertama hingga selesai. Tapi ada bagian yang harus ditonjolkan, dan ada yang cukup segitu saja.

Juri lainnya, yakni Ertis Manikam Yulia, menambahkan, untuk lagu daerah harus lebih dicermati terkait penempatan improvisasi. Ini karena lagu daerah itu lebih spisifik pada cengkok khas daerahnya.

Karena masing-masing daerah memiliki karakter, bagaimana harus menampilkan lagunya supaya membedakan ciri dari daerah tersebut. Misalnya, kata Ertis, arasemennya bebas, tetapi bagaimana kita berupaya menaruh teknik atau improvisasi itu dengan berusaha tetap menyajikan ciri khas dari kedaerahannya itu.

“Itulah bagian dari kekayaan, di mana kita menjaga bersama bhineka tunggal ika. Jadi, kita miliki kekayaan di mana lagu juga menjadi bagian dari kekayaan daerah. Itu penting dipahami,” tegas Manajer Program Budaya TMII, ini.

Menurutnya,  para juri memberikan apresiasi luar biasa ketika anak-anak mencoba menampilkan lagu itu dengan cengkok daerahnya, walaupun aransemennya sudah kekinian.

Ellen, ibunda Matthew merasa bangga anaknya meraih juara pertama. Menurutnya, Matthew kerap ikut lomba menyanyi, dan untuk tampil di TMII baru pertama kalinya.

Kan lagi libur sekolah, lihat di TMII ada lomba nyanyi ya Matthew tertarik untuk ikut. Puji syukur dia jadi juara pertama, ya senang dan bangga, ya,” ujar Ellen, kepada Cendana News.

Sebagai juara pertama, Matthew berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan dari Direktur Utama TMII, sebesar Rp2.250.000, serta bingkisan atau kado dari anjungan.

Ada pun juara kedua adalah Clara Claudia Manik, yang sukses menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Angin Mamiri. Dia berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan dari Direktur Utama TMII sebesar Rp2.200.000, serta bingkisan.

Juara tiga diraih Ghyon Hatorangan Situmorang. Dengan suara khasnya, Ghyon membawakan lagu Indonesia Jaya dan Yamko Rambe Yamko.

Ia pun memboyong piala dan uang pembinaan sebesar Rp1.750.000 dari Direktur Utama TMII.

Sedangkan juara harapan pertama adalah Daud Gideon Simanullang, juara harapan dua, yaitu Priselia Kiansty, dan juara harapan tiga, yakni  Callista Anindya Putri.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com